Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen Itera Teliti Senyawa Murbei Sebagai Antikanker Serviks

6 Selasa, 08 Jul 2025, 17:35 WIB | Oleh:
Dosen Itera Teliti Senyawa Murbei Sebagai Antikanker Serviks Dosen Itera Teliti Senyawa Murbei Sebagai Antikanker Serviks Doc: ANTARA/HO-Humas I
Ket. Dosen Program Studi Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Hayati, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera), Dr. Rahmat Kurniawan, S.Si., M.Si., saat melakukan penelitian senyawa dari tumbuhan murbei. Bandarlampung, Selasa (8/7).

BANDARLAMPUNG - Dosen Program Studi Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Hayati, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera), Dr. Rahmat Kurniawan meneliti senyawa tumbuhan murbei sebagai anti-kanker serviks.

"Saya menemukan senyawa Kuwanon J dari tumbuhan Morus shalun atau murbei yang berpotensi menjadi agen anti-kanker serviks," kata Rahmat Kurniawan dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa (8/7).

Dia menjelaskan senyawa Kuwanon J merupakan adduct Diels-Alder yang diperoleh melalui proses biotransformasi menggunakan enzim Diels-Alderase. Dalam uji awal, kata dia, senyawa itu menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker serviks.

"Penelitiannya ini memanfaatkan pendekatan kultur jaringan tumbuhan, jamur, dan bakteri, untuk memperoleh senyawa bioaktif," katanya.

Dia mengatakan tumbuhan Morus shalun menghasilkan senyawa golongan fenolik yang unik dengan rantai isoprenil. Rantai inilah yang menjadi salah satu prekursor pembentukan cincin metil sikloheksena dari senyawa adduct Diels-Alder.

Tumbuhan murbei dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman dari famili Moraceae yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk kawasan Asia Tengah dan Indonesia.

Selain meneliti murbei, Rahmat juga melakukan riset terhadap berbagai senyawa anti-kanker lain seperti Paclitaxel dari Cemara Gunung (Taxus sumatrana), senyawa phytosterol dari Bakau Minyak (Rhizophora apiculata), senyawa amyrin dari tumbuhan Sikat Botol (Callistemon citrinus), dan senyawa lapachol dari Tabebuya (Tabebuia aurea).

"Pentingnya pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber pengembangan obat. Senyawa alami memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena umumnya memberikan efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetik,” ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.