Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendikti Dorong Kampus Inovasi Tempe Agar 'Naik Kelas' Jadi Komoditas Ekspor Lewat Riset

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 23:35 WIB | Oleh:
Wamendikti Dorong Kampus Inovasi Tempe Agar 'Naik Kelas' Jadi Komoditas Ekspor Lewat Riset Doc: ANTARA/Mecca Yumna
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan dalam acara Ragi Nusantara di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9).

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan mengatakan inovasi tempe hingga dapat diekspor menjadi contoh penguatan kebermanfaatan riset bagi masyarakat dan ekonomi nasional guna mencapai target-target pembangunan.

Tim periset Universitas Indonesia (UI) mengembangkan inovasi ragi tempe melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Kemendiktisaintek dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Fauzan mengatakan dalam acara Ragi Nusantara di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (29), pengembangan tempe bisa menjadi salah satu contoh bagaimana riset perguruan tinggi memberikan dampak nyata. Menurut dia, riset yang sudah tersedia perlu dilanjutkan dengan inovasi produk dan pengembangan industri.

“Riset sudah ada. Bahan sudah ada. Inovasi produknya nanti bisa kita buat,” kata Fauzan.

Dia menyoroti terbatasnya produk tempe dan paling banyak ditemukan hanya seputar keripik dan botok. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan agar tempe dapat menembus pasar ekspor dan memberikan dampak ekonomi.

Terlebih, katanya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, dan Indonesia Emas pada 2045. Fauzan menilai, ini bukan hal yang mudah dicapai, dan perlu adanya perubahan paradigma tata kelola pendidikan tinggi untuk mencapai ini.

Fauzan menekankan bahwa riset berdampak tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui peningkatan nilai ekonomi.

Dia menjelaskan inovasi tempe tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk menggeser paradigma pendidikan tinggi agar tidak hanya menjadi tempat produksi ilmu pengetahuan.

“Kita tinggal cari off-taker industri yang mampu memproduksi tempe kelas ekspor, dan nanti namanya Tempe Bestari Saintek. Ini baru dikatakan riset berdampak. Jadi berdampak itu harus kita akhiri. Apakah memiliki value meningkatkan harkat martabat ekonomi atau tidak? Kita harus punya definisi itu,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Karena itu, inovasi di bidang tempe perlu diarahkan agar produk yang selama ini dikenal sebagai makanan lokal dapat berkembang menjadi komoditas global.

Dia berharap kegiatan dan riset yang dilakukan perguruan tinggi tidak berhenti pada kegiatan akademik atau seremoni, tetapi memiliki manfaat praktis, khususnya dalam menjawab kebutuhan ekonomi dan pengembangan bisnis. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.