Polisi Spanyol Merasa Ditumbalkan Atas Krisis Perbatasan Ceuta, Tuntut Mendagri Mundur
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 03:38 WIB | Oleh: OpikMOSKOW - Serikat Polisi Nasional Spanyol, JUPOL, Rabu (2/9), menuntut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Fernando Grande-Marlaska mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dampak dari krisis migrasi di Ceuta.
"JUPOL melaporkan dari Ceuta, Marlaska mengetahui laporan yang memperingatkan risiko sangat tinggi sebelum masuknya migran secara massal ke Ceuta. Atas semua alasan tersebut, kami menuntut pengunduran diri Marlaska, direktur jenderal kepolisian, dan perwakilan pemerintah di Ceuta," tulis JUPOL di platform X.
Pemerintah Spanyol sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa sebelum peristiwa pada 30 dan 31 Juli, mereka tidak memiliki informasi yang cukup akurat untuk memperkirakan skala masuknya migran secara massal ke Ceuta.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Senin (31/8), mengatakan Pusat Intelijen Nasional telah memberikan sejumlah laporan mengenai situasi tersebut. Namun, laporan itu tidak memperingatkan tentang tingkat keseriusan dan skala krisis yang akan terjadi.
Pada akhir Juli, Ceuta mencatat kedatangan migran secara besar-besaran dari negara tetangga, Maroko.
Berdasarkan perkiraan mendagri Spanyol, sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara tersebut, sementara sekitar 70.000 orang di antaranya kemudian kembali ke Maroko. Ant/Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!