Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kedekatan dengan Nasabah, Sun Life Indonesia Resmikan KPM Sun Billionaire

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 16:13 WIB | Oleh:
Perkuat Kedekatan dengan Nasabah, Sun Life Indonesia Resmikan KPM Sun Billionaire Doc: Sun Life Indonesia
Ket. Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, turut menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mencoba langsung spin wheel apresiasi nasabah. Momen interaktif dan penuh keceriaan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dihadirkan perusahaan untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih hangat dan berkesan bagi para nasabah.

JAKARTA – Sun Life Indonesia memperkuat komitmennya menghadirkan layanan yang lebih dekat dan personal kepada nasabah melalui peresmian Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Sun Billionaire di Menara Sun Life, Lantai 3, Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (2/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sun Life Indonesia dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026. Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada nasabah sekaligus menegaskan kembali pentingnya pengalaman layanan yang hangat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah.

Kehadiran KPM Sun Billionaire juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap solusi perlindungan dan perencanaan keuangan. Lokasinya yang berada di gedung yang sama dengan kantor pusat Sun Life Indonesia diharapkan memudahkan nasabah memperoleh pendampingan secara langsung dari tenaga pemasar.

Melalui kantor tersebut, nasabah dapat berdiskusi mengenai kondisi dan kebutuhan finansial, memahami pilihan perlindungan yang tersedia, serta menyusun perencanaan keuangan untuk masa depan keluarga.

Langkah tersebut dinilai relevan dengan perkembangan inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 66,46 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun semakin banyak masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan keuangan, kebutuhan terhadap edukasi dan pendampingan masih tetap besar. Masyarakat perlu memahami karakteristik berbagai produk keuangan agar dapat memilih solusi yang sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial mereka.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk kembali menegaskan posisi nasabah sebagai pusat dari setiap langkah perusahaan.

“Bagi Sun Life, kepercayaan nasabah adalah alasan kami terus berinovasi dan memperluas layanan,” kata Albertus melalui siaran pers pada Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, tantangan finansial yang dihadapi masyarakat juga semakin kompleks. Berdasarkan Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025, sebanyak 92 persen responden di Indonesia merasakan dampak inflasi. Dari jumlah tersebut, 46 persen menyatakan inflasi memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut, lanjut Albertus, memperkuat kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi, perlindungan, dan pendampingan finansial yang relevan.

“Karena itu, kami ingin menghadirkan akses yang lebih dekat, hubungan yang lebih personal, dan pendampingan yang relevan agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat merencanakan masa depan dengan lebih aman dan percaya diri,” ujarnya.

Fokus pada Pendampingan Finansial

Sun Billionaire merupakan agency yang bergabung dengan Sun Life pada awal 2026. Hingga Agustus 2026, agency tersebut didukung sekitar 52 tenaga pemasar.

Sebagian besar tenaga pemasar Sun Billionaire berusia di bawah 40 tahun. Mereka juga memiliki pengalaman di sektor perbankan dan asuransi jiwa, yang menjadi salah satu modal untuk memberikan pendampingan kepada nasabah dalam memahami kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Nepal Tuntut Kompensasi Ikl...
Luar Negeri
Rusia Tuduh NATO Ingin Jadi...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.