Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hemat Devisa, 5.200 PLTD Dialihkan Bertahap ke EBT

📅 Kamis, 24 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hemat Devisa, 5.200 PLTD Dialihkan Bertahap ke EBT Doc: Sumber: Kemenkeu - KJ/ONES

» PLN sedang membuka lelang pengganti PLTD menjadi PLTS dan baterai.

» Program dedieselisasi hemat 67 ribu kiloliter BBM dan mengurangi emisi 0,3 juta metrik ton CO2.

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pergantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau dedieselisasi ke pembangkit energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pergantian itu karena tenaga diesel semakin tidak efisien seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Megaproyek PLN, Wiluyo Kusdwiharto, dalam acara Energy Transition Working Group (ETWG), di Yogyakarta, Rabu (23/3), mengatakan PLN pada 2020 lalu menghabiskan 2,7 juta kiloliter bahan bakar atau 16 triliun rupiah untuk mengoperasikan 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi.

"Kami akan mengurangi PLTD secara bertahap untuk mengurangi konsumsi BBM dan meningkatkan target bauran energi baru terbarukan di Indonesia," kata Wiluyo.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan program dedieselisasi merupakan sebuah lompatan besar untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.

"Program ini menjadi langkah awal mereduksi emisi dan meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT)," kata Arifin seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Menurut Arifin, keberagaman dan kekayakan sumber EBT di Indonesia harus dioptimalkan sejalan dengan kemampuan adopsi akan teknologi dan inovasi dalam menciptakan keekonomian. "PR kita adalah bagaimana teknologi bisa menciptakan industrialisasi EBT," kata Arifin.

Pada program dedieselisasi, papar Arifin, pemerintah akan menargetkan 5.200 unit pembangkit listrik diesel di 2.130 lokasi berkapasitas 2,37 gigawatt (GW) dialihkan menjadi tiga skema. Pertama, konversi PLTD menjadi PLT EBT berkapasitas 500 megawatt (MW), lalu konversi ke gas (gasifikasi) dengan kapasitas 598 MW. Terakhir, perluasan jaringan ke sistem terisolasi untuk meniadakan pembangkit listrik tenaga diesel dengan kapasitas 1.070 MW.

Sementara itu, sisa PLTD berkapasitas 203 MW masih digunakan sebagai sistem black-start saat terjadi pemadaman. "Saya punya mimpi, bagaimana Indonesia membangun infrastruktur ketenagalistrikan untuk menghubungkan setiap pulau yang ada, sehingga listrik dapat menjadi pemersatu bangsa, tentunya dengan sumber EBT," kata Arifin.

Hemat Devisa

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebutkan di tengah kenaikan harga minyak dunia, transisi energi dari energi berbasis impor ke energi domestik menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan untuk menghemat devisa negara.

Saat ini, PLN sedang membuka lelang pengerjaan mengganti PLTD menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan baterai. PLN akan mengonversi sampai dengan 250 megawatt (MW) PLTD yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia. Nantinya, PLTD ini akan diganti menggunakan PLTS baseload, yang artinya ada tambahan baterai agar pembangkit bisa menyala 24 jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mentan: Pemerintah Prioritaskan Produksi Susu Lokal

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Mentan: Pemerintah Priorita...
Nasional
PT KAI dan PT INKA Integras...
Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.