Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekstremisme di Ruang Digital Sasar Generasi Muda

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekstremisme  di Ruang Digital Sasar Generasi Muda Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman ekstremisme yang mengarah pada terorisme di ruang digital.

Menurutnya, ruang digital yang pada mulanya dimanfaatkan secara positif, kini telah disalahgunakan untuk tujuan terorisme, seperti penyebaran propaganda, rekrutmen, hingga pendanaan. “Kita perlu mewaspadai tentang masyarakat kita dalam memanfaatkan ruang digital yang kita pahami sekarang ini,” ucap Djamari di Jakarta, Senin (27/7).

Ia mengibaratkan ruang digital sebagai medan tempur baru karena berbagai narasi bisa bercampur aduk. Kondisi itu mengkhawatirkan karena pemanfaatan ruang digital yang demikian bisa memengaruhi individu masyarakat dan masa depan bangsa.

“Melalui media digital ini banyak sekali menyebar hoaks, disinformasi, fitnah, dan kebencian. Pada ujungnya adalah hal-hal yang sangat pesimistis menyebar di lingkungan anak-anak muda,” tuturnya.

Struktur ancaman terorisme mengalami perubahan dari terpusat menjadi terdesentralisasi dalam kelompok-kelompok kecil yang bergerak secara mandiri. Hal itu tercermin pada fenomena ekstremisme kekerasan nihilistik yang berkembang melalui komunitas digital. “Kekerasan tidak lagi berangkat dari ideologi tunggal, tetapi dari glorifikasi kekerasan itu sendiri, pencarian identitas, dan kerentanan psikologis yang kemudian dieksploitasi khususnya pada anak-anak,” ucap Menko Djamari.

Indonesia tidak terlepas dari tantangan tersebut. Densus 88 Antiteror Polri mencatat, sebanyak 115 anak di 21 provinsi terekspos komunitas kekerasan daring dan 132 anak di 26 provinsi tereksploitasi jaringan terorisme pada semester pertama 2026.

Oleh sebab itu, ia menyambut baik penguatan kolaborasi pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2026–2029.

Menurut dia, RAN PE Fase Kedua tersebut memberikan landasan dan arah bagi kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan yang berkembang. “Di dalamnya termuat 111 aksi dalam sembilan tema strategis melibatkan 70 kementerian dan lembaga serta pemangku kepentingan. Angka-angka ini cerminan komitmen nasional sekaligus amanah yang harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan,” katanya.

Ia meminta seluruh pimpinan kementerian/lembaga menyelaraskan program dan anggaran untuk mendukung upaya pencegahan terorisme, melaksanakan aksi RAN PE yang berdampak nyata, serta memberikan perhatian khusus kepada pemuda dan anak-anak untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

Dia pun meminta peran pemerintah daerah diperkuat dalam upaya pencegahan melalui pembentukan dan pelaksanaan rencana aksi daerah.

Di samping itu, Menkopolkam mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi multipihak sebagai bentuk tanggung jawab bersama komponen bangsa dalam mencegah terorisme di tanah air. Upaya pencegahan itu harus didasarkan pada prinsip penghormatan hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Relatif Terkendali

Menkopolkam menyatakan ancaman terorisme di Indonesia dewasa ini sebenarnya relatif terkendali, akan tetapi seluruh pihak harus tetap waspada. “Terorisme di Indonesia hari ini relatif terkendali. Hal ini terefleksi dalam keberhasilan Indonesia mempertahankan kondisi yang melandai, angka insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir,” kata Djamari.

Ia mengatakan Global Terrorism Index 2026 mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan medium impacted atau terdampak sedang, sementara Global Peace Index 2026 menyatakan Indonesia memiliki tingkat perdamaian medium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
  • Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat mencerahkan. Poin tentang tuntutan praktik ...

Menkeu Pastikan DTSEN akan Terus Disempurnakan

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan DTSEN akan ...
Megapolitan
Halte Dukuh Atas Terpantau ...
Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.