Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perundungan Bisa Memicu Anak Terpapar Radikalisme

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 21:40 WIB | Oleh:
Perundungan Bisa Memicu Anak Terpapar Radikalisme Doc: ANTARA/Izfaldi
Ket. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah Yudiawati V Windarussliana.

PALU -- ‎Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan perundungan di lingkungan sekolah dapat memicu anak terpapar radikalisme karena merasa terkucil dan kehilangan tempat untuk mendapatkan dukungan.

‎‎Kepala DP3A Sulawesi Tengah Yudiawati V Windarussliana di Palu Jumat mengatakan sejumlah anak yang mendapat pendampingan pihaknya setelah teridentifikasi terpapar ekstremisme mengaku pernah menjadi korban perundungan di sekolah.

‎"Iya, jadi dia (anak) korban bullying di sekolah, akhirnya dia merasa terkucilkan," ujarnya.

‎‎Ia mengemukakan kondisi tersebut dapat mendorong anak mencari kelompok lain yang dianggap mampu menerima dirinya.

‎‎"Dalam keadaan sendiri/kosong bersangkutan mendapat satu komunitas yang mengajak dia," ujarnya.

‎‎Ia menjelaskan paham radikal dapat dipengaruhi berbagai faktor, selain perundungan juga bisa dipengaruhi keharmonisan keluarga maupun lingkungan sosial bisa memengaruhi kerentanan itu.

‎‎Sebagian anak yang teridentifikasi diduga kurang memperoleh perhatian dari keluarga, belum lagi menghadapi masalah di lingkungan sekolah yang dikucilkan teman-teman karena alasan tertentu.

Karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membangun komunikasi sekaligus menjadi ruang bagi anak mencurahkan isi hati mereka terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.

‎‎"Orang tua itu harus memberikan ruang, memberikan waktu," kata dia

‎Ia juga meminta pihak ‎sekolah lebih peka terhadap perubahan perilaku peserta didik, terutama guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi tersebut sejak dini.

‎‎Ia menyebut ada tiga indikator utama yang perlu diperhatikan yakni perubahan perilaku, hubungan baru, dan konten yang dikonsumsi.

‎‎Perubahan perilaku ditandai penampilan yang signifikan. Anak juga dapat mulai menarik diri atau menggunakan bahasa yang sebelumnya tidak pernah digunakan.

‎‎Kemudian hubungan baru ditandai dengan anak yang mulai menutup diri dan memandang lingkungan sekitar secara negatif.

‎‎Sementara itu konten yang dikonsumsi berkaitan dengan jenis informasi maupun bacaan yang diserap mengandung ujaran kebencian atau bersifat provokatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Ekonomi
Rupiah Dibayangi Gejolak MS...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.