Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Jos, Anggaran Alat Kontrasepsi Ditambah

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 22:37 WIB | Oleh:
Makin Jos, Anggaran Alat Kontrasepsi Ditambah Doc: ANTARA/Ardiansyah.
Ket. Penyuluh Keluarga Berencana memberikan penyuluhan pengenalan alat kontrasepsi kepada sejumlah calon akseptor di Poskesdes Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (25/6).

JAKARTA -- Komisi IX DPR RI bersepakat dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI terkait usulan tambahan anggaran tahun anggaran 2027 sebesar Rp500 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan alat obat kontrasepsi (alokon).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dalam rapat kerja bersama Kemendukbangga di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis mengatakan pengadaan alokon menjadi penting karena terkait dengan pengendalian kependudukan yang perlu menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan struktur penduduk tetap sehat.

Ia juga mengingatkan bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan apabila peningkatan jumlah penduduk usia produktif tidak diiringi penciptaan manusia dan lapangan kerja yang produktif.

“Kita memiliki angkatan kerja yang jumlahnya banyak, lapangan pekerjaannya tidak tersedia karena kemajuan teknologi yang hari ini mungkin di sektor industri tidak lagi atau sudah mulai melakukan otomatisasi, tidak menggunakan tenaga kerja kasar yang semakin berkurang, lalu penggunaan artificial intelligence juga semakin dominan. Jadi ini benar-benar harus tepat nih kebijakan dari pemerintah,” ujar dia.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyinggung mengenai anggaran kegiatan strategis Kemendukbangga/BKKBN RI Tahun Anggaran 2027 untuk pengadaan alokon yang hanya dialokasikan sebesar Rp350.000.000.000. Menurutnya, anggaran untuk alokon ini idealnya berkisar antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun.

Senada dengannya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh juga mendorong Kemendukbangga/BKKBN RI untuk melakukan penambahan anggaran pengadaan alokon sebesar Rp500 miliar. Ia menilai anggaran sebesar Rp350 miliar ini tidak memadai, terlebih pada 2026 tidak tersedia anggaran alokon serta masih banyaknya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan.

“Karena kita yang selalu melakukan sosialisasi ke masyarakat, kalau kita sudah berubah dua anak lebih sehat, bukan dua anak cukup lagi. Tentunya kita juga berpikir bagaimana ini salah satu untuk menghindari stunting itu adalah dengan perencanaan keluarga. Salah satu perencanaan keluarga adalah dengan alkon,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.