Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wellness Tourism Jadi Senjata Baru, Kemenpar Petakan Potensi Indonesia

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wellness Tourism Jadi Senjata Baru, Kemenpar Petakan Potensi Indonesia Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata.
Ket. Arsip Foto - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).

JAKARTA – Wisata kebugaran (wellness tourism) kian mendapat tempat dalam industri pariwisata seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman yang tidak sekadar rekreatif, tetapi juga mendukung kesehatan fisik dan mental.

Indonesia memiliki modal kuat melalui kekayaan alam, spa, jamu, yoga, meditasi, hingga tradisi kesehatan berbasis kearifan lokal.

Pengembangan segmen ini juga membuka peluang bagi destinasi untuk mengejar quality tourism dengan menawarkan pengalaman bernilai tambah sekaligus menggerakkan pelaku usaha lokal.

Tantangannya adalah memastikan produk wellness memiliki standar layanan, keamanan, dan keunikan yang mampu bersaing di pasar global.

Kementerian Pariwisata memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran dalam upaya untuk memperkuat daya saing layanan pariwisata serta mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani dalam Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia" di Jakarta, Kamis (3/9), menyampaikan bahwa wisata kebugaran berpotensi menjadi kekuatan pariwisata Indonesia.

"Wellness ini salah satu produk wisata yang memberi enlightenment bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (4/9).

Rizki mengemukakan bahwa pengembangan ekosistem usaha wisata kebugaran perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan wisata kebugaran berkualitas berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Pengembangan wisata kebugaran akan dilakukan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi SPA Indonesia (ASPI), Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA), Perhimpunan Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI), Bali Spa & Wellness Association (BSWA), serta para pelaku usaha wisata kebugaran.

Rizki menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyusun katalog usaha kebugaran Indonesia, yang selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel.

Penyusunan katalog yang diharapkan bisa memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai produk dan layanan kebugaran di berbagai daerah itu merupakan bagian dari pemetaan potensi dan ekosistem wisata kebugaran.

Pemerintah mendorong pengembangan usaha wisata kebugaran yang terintegrasi, berkualitas, berkelanjutan, serta menunjukkan kekhasan Indonesia.

Kementerian Pariwisata akan menggandeng pelaku usaha perhotelan, layanan perjalanan wisata, serta penyelenggara pameran untuk memperkuat ekosistem usaha wisata kebugaran dari hulu hingga hilir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.