Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 08:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA — PT. ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem perdagangan karbon Indonesia yang kredibel dan bernilai ekonomi.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sela ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026, Aloft by Marriott, Jakarta Barat, Rabu (26/8).
Selain penandatanganan, Vice President Regional Head Indonesia ESGIN, Yayang Ruzaldy, juga menjadi narasumber Sharing Session VII bertema “Mendorong Pasar Karbon Indonesia yang Berintegritas, Bernilai Ekonomi, dan Berdampak bagi Daerah”.
Forum ini mempertemukan pemerintah, investor, lembaga verifikasi, pengembang proyek, asosiasi, pelaku usaha, dan perwakilan daerah untuk membahas masa depan pasar karbon nasional.
Fokus: Dari Carbon Potential Menjadi Carbon Asset
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi ini tidak hanya mengejar volume transaksi. Fokus utamanya adalah membangun fondasi: ketersediaan proyek berkualitas, sistem MRV yang kuat, integritas lingkungan, pembiayaan, dan akses pasar.
Melalui jaringan lebih dari 100 anggota ASPEBINDO dari sektor energi, pertambangan, bioenergi, hingga limbah, kedua pihak akan menjajaki identifikasi kegiatan pengurangan dan penyerapan emisi yang bisa dikembangkan jadi proyek karbon.
Sektor potensial mencakup energi terbarukan, efisiensi energi, bioenergi, biomassa, pengelolaan metana, kehutanan, hingga pengelolaan limbah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia memiliki potensi proyek karbon yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi itu menjadi proyek yang punya metodologi tepat, MRV kuat, integritas tinggi, struktur pembiayaan jelas, dan akses pasar,” ujar Yayang Ruzaldy.
4 Pilar Kolaborasi Strategis
Dalam MoU ini, ESGIN dan ASPEBINDO sepakat mendorong 4 inisiatif utama:
1. Pengembangan Proyek: Mengidentifikasi dan mengembangkan pipeline proyek karbon yang bankable dan investable.
2. Digital MRV: Menerapkan teknologi untuk meningkatkan kualitas data, keterlacakan, transparansi, dan auditabilitas proyek.
3. Integritas & Tata Kelola: Memastikan validasi, verifikasi, registrasi, kepastian hak manfaat karbon, dan pembagian manfaat yang adil agar dipercaya pasar domestik dan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!