Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

171 Desa Jadi Benteng Baru! Imigrasi Sumut Perketat Cegah TPPO dan TPPM

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 13:10 WIB | Oleh:
171 Desa Jadi Benteng Baru! Imigrasi Sumut Perketat Cegah TPPO dan TPPM Doc: Antara foto/HO-Imigrasi Sumut
Ket. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara Parlindungan.

MEDAN - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara (Sumut) mencatat 171 Desa Binaan Imigrasi (DBI) telah terbentuk di wilayah kerjanya guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM).

"Program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan dan perlindungan keimigrasian secara langsung di tengah masyarakat," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara Parlindungan dalam keterangan diterima di Medan, Sumut, Sabtu.

Parlindungan mengatakan program tersebut sebagai sistem peringatan dini berbasis masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan terkait pekerja migran Indonesia.

Selanjutnya, wilayah yang mobilitas masyarakat cukup banyak, perlintasan internasional, perkawinan campuran, keberadaan warga negara asing serta potensi TPPO dan TPPM.

"Melalui program tersebut dapat memberikan edukasi mengenai aturan keimigrasian, prosedur bekerja di luar negeri, risiko keberangkatan nonprosedural, serta cara mengenali indikasi awal TPPO dan TPPM," katanya.

Untuk memperkuat itu, Parlindungan mengatakan sebanyak 53 Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) ditempatkan pada 11 satuan kerja imigrasi di Sumatera Utara.

"Petugas diharapkan tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan jajaran imigrasi apabila menemukan potensi kerawanan keimigrasian maupun aktivitas warga negara asing yang mencurigakan," ucapnya.

Program DBI dan Pimpasa menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, khususnya penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa dalam rangka mencegah TPPO dan TPPM.

Parlindungan mengharapkan penguatan program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu mengenali dan menghindari tawaran kerja ke luar negeri yang tidak prosedural.

"Desa-desa di wilayah kita bukan lagi sebagai titik rentan TPPO, melainkan sebagai benteng pertahanan pertama keimigrasian yang berdaya, edukasi, dan terlindungi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.