Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Mau Bangun PLTA dari Arus Laut di Bali, Beroperasi 2029

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KKP Mau Bangun PLTA dari Arus Laut di Bali, Beroperasi 2029 Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) yang memanfaatkan arus laut untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) yang memanfaatkan arus laut untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.

Berdasarkan data pengukuran arus laut, interkoneksi sumber energi listrik ke jaringan listrik dan transportasi serta kebijakan daerah, perairan Nusa Penida dipilih sebagai lokasi pengembangan proyek EBT.

"Ruang laut kita menyimpan potensi EBT yang luar biasa besar mulai dari energi angin pesisir (offshore wind), energi surya terapung (floating solar PV) hingga energi arus laut dan gelombang. Untuk mengubah potensi ini menjadi sumber daya yang berdaya guna, dibutuhkan tata kelola ruang yang presisi, integratif, dan berkelanjutan," terang Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kartika Listriana di Jakarta, Rabu (22/7).

Lebih lanjut Kartika menjelaskan, tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya kebutuhan pembangunan ekonomi (biru dan hijau), perubahan iklim dan kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap ruang laut dikelola secara terencana, berkeadilan, dan berkelanjutan. 

”Sinergi antarpemangku kepentingan merupakan kunci utama agar regulasi dan instrumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut yang kita susun dapat adaptif terhadap perkembangan teknologi energi masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster saat diskusi mengenai tata ruang laut berbasis EBT yang berlangsung belum lama ini di Bali mengungkap harapannya ke depan, bahwa Bali mampu mandiri dan memiliki sumber energi bersih. 

Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Nusa Penida diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun 2029. "Kami akan menyiapkan rancangan Keputusan Gubernur untuk menetapkan Nusa Penida sebagai kawasan rendah karbon (low emission)," ujarnya. 

Besarnya potensi arus laut Indonesia untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit energi diakui oleh pakar pengembangan energi baru terbarukan ITB, yang juga peneliti University of Maryland, Amerika Serikat Dwi Susanto.

"Potensi energi dari arus laut hanya akan menjadi sebatas angka potensi saja jika tidak ada aksi dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah untuk memanfaatkannya,” tutup Dwi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Adat dan Budaya Bisa Jadi K...
Olahraga
UEFA Nations League: Rashfo...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.