Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Takut Tsunami dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Pesisir di Banten dan Lampung Diminta Tenang

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Takut Tsunami dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Pesisir di Banten dan Lampung Diminta Tenang Doc: Badan Geologi
Ket. Gunung Anak Krakatau melontarkan lava fountain atau lava air mancur Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.24 WIB.

JAKARTA - Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diminta tenang dan jangan panik menyusul kekhawatiran ancaman tsunami akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang disertai suara dentuman dan gemuruh.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu (5/9), mengatakan kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian pemerintah.

Kekhawatiran tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman masyarakat terhadap peristiwa tsunami, 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau

Namun, sebagaimana hasil evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) didapati pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan masif yang memicu tsunami.

"Oleh sebab itu, masyarakat di Banten dan Lampung diharapkan tidak panik," kata dia.

Berton menjelaskan erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9) pagi terpantau melontarkan lava fountain (lava air mancur) pada malam hari serta menimbulkan satu kali gempa letusan bermagnitudo amplitudo 70 mm dengan durasi mencapai 21.600 detik.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi dampak lontaran material vulkanik tersebut bahkan merusak perangkat kamera atau CCTV pengamatan hingga berhenti beroperasi.

Menanggapi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bertahan di Level III (Siaga), BNPB bersama PVMBG merekomendasikan masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk mensterilkan seluruh aktivitas dari radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif.

Ia pun menegaskan ada tiga prioritas utama penanganan, yakni penegakan sterilisasi zona bahaya oleh patroli Pemda dan BPBD, kesiapsiagaan jalur evakuasi dan titik kumpul di pesisir, serta imbauan agar warga tidak mendekati lokasi hanya untuk mendokumentasikan erupsi demi keselamatan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.