Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bima Dilanda Kekeringan Ekstrem, BMKG Catat 105 Hari Tanpa Hujan.

3 Sabtu, 05 Sep 2026, 13:54 WIB | Oleh:
Bima Dilanda Kekeringan Ekstrem, BMKG Catat 105 Hari Tanpa Hujan. Bima Dilanda Kekeringan Ekstrem, BMKG Catat 105 Hari Tanpa Hujan. Doc: Antara Foto
Ket. Di tengah hamparan lahan gersang yang meranggas akibat kemarau di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, seorang perempuan paruh baya dengan setia menimba air dari sumur beton tua demi menghidupi beberapa ekor sapi dan pedet (anak sapi) miliknya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mencapai 105 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima Moch Syaiful Annas mengatakan berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan laut hingga Dasarian III Agustus 2026, musim kemarau masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima.

"HTH terpanjang di Kabupaten Bima tercatat di Kecamatan Bolo selama 105 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem," katanya kepada ANTARA, Jumat.

Selain Bolo, kata dia, sejumlah wilayah Kabupaten Bima juga berada dalam kategori kewaspadaan kekeringan yang berbeda.

"Status siaga terdapat di Kecamatan Sanggar dan Monta, sedangkan status awas tercatat di Kecamatan Bolo, Donggo, Lambitu, Soromandi, dan Wera," ujarnya.

Menurut dia, kondisi kekeringan tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat. Anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar positif 2,74 derajat Celsius.   

"Kondisi El Nino sangat kuat diprakirakan bertahan hingga awal 2027 sehingga berpotensi memperpanjang periode kering di Indonesia, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat," kata Syaiful.

Ia mengatakan curah hujan pada Dasarian III Agustus 2026 di wilayah NTB umumnya berada pada kisaran 0-10 milimeter per dasarian dan masuk kategori bawah normal.   

Peluang terjadinya hujan pada Dasarian I September 2026 di wilayah Bima, Dompu, dan sekitarnya juga masih rendah, yakni kurang dari 10 persen.

"Untuk September, curah hujan bulanan di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu diprakirakan masih rendah, umumnya kurang dari 20 milimeter hingga 21-50 milimeter per bulan," ujarnya.   

Ia menyebut kondisi curah hujan rendah dengan akumulasi kurang dari 50 milimeter per bulan masih berpotensi terjadi hingga Oktober 2026.  

Peningkatan curah hujan mulai diprakirakan terjadi pada November 2026, meskipun sebagian besar wilayah masih berada pada kategori rendah dengan kisaran 51-100 milimeter per bulan.   

BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan menyesuaikan pemanfaatan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian dengan kondisi ketersediaannya. 

Masyarakat, khususnya petani, juga diminta menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

"Selain itu, kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran," katanya.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca serta perkembangan kondisi iklim melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.