Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keajaiban di Tengah Bencana Nepal, 2 Pekerja PLTA Selamat Setelah 9 Hari Terjebak

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Keajaiban di Tengah Bencana Nepal, 2 Pekerja PLTA Selamat Setelah 9 Hari Terjebak Doc: AFP
Ket. Puluhan ribu orang terdampak banjir dahsyat yang melanda perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus.

Kathmandu, Nepal - Terinspirasi oleh penyelamatan “ajaib” terhadap dua pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tim tanggap darurat Nepal kembali melakukan pencarian dengan semangat baru pada Sabtu (5/9), menggali tumpukan puing saat jumlah korban tewas akibat bencana banjir tersebut telah melampaui 1.200 orang.

Kedua pekerja yang berhasil diselamatkan itu merupakan bagian dari ratusan pekerja PLTA yang hilang sejak dinding air dan lumpur menyerupai tsunami menerjang perbatasan China-Nepal setelah terjadi longsoran besar gletser dan batuan pada 26 Agustus.

Dilansir dari BSS, Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat sebanyak 1.294 jenazah telah ditemukan di negara tersebut, sementara 5.053 orang masih dinyatakan hilang.

Di China, media pemerintah melaporkan 31 orang tewas dan 531 lainnya masih hilang. Dengan demikian, jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai 1.325 orang, sedangkan 5.584 orang masih hilang.

“Kami telah bekerja sejak pagi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan,” kata juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet kepada AFP, Sabtu.

Pencarian masih dilakukan di terowongan Trishuli 3A, lokasi dua pekerja tersebut diselamatkan pada Jumat, serta di sejumlah lokasi lainnya. Sedikitnya 12 proyek PLTA hancur akibat banjir.

Pencarian Terus Berlanjut

“Pekerjaan juga masih dilakukan di terowongan,” kata Basnet. “Kami belum mendapatkan informasi terbaru, tetapi pekerjaan terus berlanjut.”

Pemerintah Nepal sebelumnya memperkirakan lebih dari 100 pekerja kemungkinan masih hidup di dalam sejumlah terowongan yang tertutup material longsoran.

Tim penyelamat menyebut penyelamatan kedua pekerja tersebut sebagai sebuah “keajaiban” setelah keduanya, yang tubuhnya dipenuhi lumpur, berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup setelah terjebak selama sembilan hari.

Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Para ahli dari India, China, Australia, dan Korea Selatan turut membantu tim penyelamat Nepal dalam mencari korban yang kemungkinan masih hidup di dalam terowongan yang tertutup.

Karena kapasitas kamar jenazah telah penuh, sekitar 1.030 jenazah telah dimakamkan di kuburan massal setelah sampel DNA mereka diambil untuk keperluan identifikasi oleh keluarga di kemudian hari, kata Kepolisian Nepal pada Sabtu.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah berjanji menyediakan “tempat tinggal yang aman dan nyaman” bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana dan saat ini masih tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara.

“Kami tahu bahwa tinggal di sana (kamp pengungsian) tidak mudah bagi kalian,” katanya dalam unggahan emosional di media sosial pada Jumat malam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.