Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hemat Devisa, 5.200 PLTD Dialihkan Bertahap ke EBT

📅 Kamis, 24 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dengan konversi ke PLTS dan baterai maka kapasitas terpasang tahap pertama mencapai sekitar 350 MW, sehingga mendongkrak bauran energi terbarukan dan penambahan kapasitas terpasang pembangkit secara nasional.

Pada tahap dua, PLN akan mengonversi PLTD sisanya sekitar 338 MW dengan pembangkit EBT lainnya, sesuai dengan sumber daya alam yang menjadi unggulan di daerah tersebut dan keekonomian yang terbaik. Proyek itu ditargetkan rampung pada 2026.

"Program dedieselisasi bisa menghemat 67 ribu kiloliter BBM. Selain itu, pengurangan emisi yang dicapai bisa mencapai 0,3 juta metrik ton CO2 dan meningkatkan 0,15 persen bauran energi," terangnya.

Ia juga yakin biaya produksi pembangkit EBT semakin kompetitif dari energi fosil. Pada 2015, harga PLTS dipatok 25 dollar AS sen per kilowatthour (kWh). Namun saat ini, harga PLTS mampu ditekan berkisar 5,8 sen dollar AS per kWh, bahkan saat ini trennya turun di bawah 4 sen dollar AS per kWh. Sedangkan baterai saat ini 13 sen dollar AS per kWh dari sebelumnya sempat mencapai 50 sen dollar AS per kWh atau turun hampir 80 persen.

Direktur Eksekutif Reforminer Energi, Komaidi Notonegoro, meminta pemerintah satu suara terkait fasilitas yang diberikan ke investor. Jangan ego sektoral yang di kedepankan karena masing-masing memiliki target.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mentan: Pemerintah Prioritaskan Produksi Susu Lokal

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Mentan: Pemerintah Priorita...
Nasional
PT KAI dan PT INKA Integras...
Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.