Satu Platform, Banyak Peluang! SIAPKerja Permudah Jalan Pencari Kerja
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Digitalisasi layanan ketenagakerjaan menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Pemanfaatan platform digital memungkinkan pencari kerja, pekerja, dan pemberi kerja mengakses layanan secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem digital ketenagakerjaan melalui integrasi layanan seperti SIAPkerja dan Pasker ID untuk memperluas akses terhadap informasi pasar kerja, pelatihan, hingga peluang pekerjaan.
Namun, digitalisasi bukan sekadar memindahkan layanan ke ruang daring. Tantangannya adalah memastikan teknologi benar-benar memangkas birokrasi, memperkuat akurasi data, sekaligus menjangkau pekerja dan pencari kerja yang masih menghadapi keterbatasan akses maupun literasi digital.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan platform SIAPkerja merupakan ekosistem layanan ketenagakerjaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap berbagai layanan, mulai dari pelatihan dan sertifikasi hingga informasi dan kesempatan kerja.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9), mengatakan pemanfaatan SIAPkerja diharapkan dapat membantu peserta melanjutkan proses pengembangan dirinya setelah mengikuti program penunjang seperti Magang Nasional (MagangHub).
"Dengan demikian, pengalaman selama pemagangan dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang menuju kesiapan dan kemandirian dalam memasuki pasar kerja," kata dia.
Lebih lanjut, Cris menambahkan, Kemnaker juga terus mendorong agar program ketenagakerjaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pengalaman kerja dan terhubung dengan kesempatan kerja.
"Karena penguasaan kompetensi perlu disertai pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman terhadap lingkungan kerja agar lulusan lebih siap menghadapi dinamika pasar kerja," ujar dia.
Di sisi lain, Cris menyampaikan bahwa program Magang Nasional menjadi salah satu sarana penting bagi lulusan baru untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui pengalaman langsung di tempat kerja, peserta dapat memahami proses kerja sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri,” kata Cris.
Selain itu, Cris menjelaskan, melalui Magang Nasional, peserta tidak hanya mendapat kesempatan untuk mempraktikkan kompetensi, tetapi juga membangun kemampuan beradaptasi, bekerja dalam tim, berkomunikasi, serta memahami budaya dan disiplin kerja.
“Jadi melalui MagangHub, Kemnaker berupaya memperluas akses kesempatan pemagangan bagi lulusan baru agar semakin banyak pencari kerja memiliki pengalaman sebelum memasuki dunia kerja secara penuh,” kata dia.
Sementara itu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, menjadi salah satu tempat magang yang ditinjau oleh Kemnaker baru-baru ini.
Pelaksanaan MagangHub di Lapas Sukamiskin diikuti oleh 16 peserta. Sosialisasi terkait SIAPKerja juga diberikan kepada peserta MagangHub dari Lapas Banceuy (16 peserta), Lapas kelas 2 Perempuan (17 peserta), dan Lapas Kelas 2 Narkotika (16 peserta).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!