Dukung EBT Nasional, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 14:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Barata Indonesia
SURABAYA - PT Barata Indonesia (Persero) mengirim reaktor biodiesel B100 ke Kalimantan Selatan yang merupakan pesanan dari PT Paripurna Swakarsa demi mendukung energi baru terbarukan (EBT) nasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan dan penyediaan produk manufaktur yang mendukung energi terbarukan," kata Direktur PT Barata Indonesia (Persero) Hertyoso Nursasongko di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8).
Reaktor biodiesel B100 merupakan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi.
Hertyoso menuturkan reaktor yang diproduksi Barata Indonesia dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi biodiesel dalam skala industri.
Dalam kondisi full load, fasilitas Reaktor B100 yang diproduksi oleh Barata Indonesia terdiri atas enam reaktor dengan kapasitas masing-masing 500 liter dengan total 3.000 liter setiap enam jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapasitas tersebut, kata dia, menunjukkan kemampuan manufaktur Barata Indonesia dalam menghasilkan peralatan proses untuk mendukung kebutuhan industri energi berbasis bahan baku nabati.
Pengembangan dan pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu upaya untuk mendorong diversifikasi energi serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Berdasarkan data yang menjadi acuan pengembangan produk, penggunaan biodiesel berpotensi menghasilkan emisi hingga 48 persen lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil sehingga turut mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari sektor energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengiriman Reaktor B100, menurut dia, sekaligus menunjukkan kemampuan industri manufaktur nasional dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan peralatan di sektor energi terbarukan.
“Kami ingin memastikan kapabilitas industri dalam negeri dapat mengambil peran nyata dalam menyediakan solusi teknologi yang dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Hertyoso.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!