Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Panen Raya, Stok Beras Melimpah Tidak Perlu Impor

📅 Selasa, 08 Nov 2022, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Musim Panen Raya, Stok Beras Melimpah Tidak Perlu Impor Doc: ISTIMEWA
Ket. BADIUL HADI Manajer Riset Seknas Fitra - Pemerintah harus berhenti berfikir jalan pintas memenuhi kebutuhan pangan melalui impor.

JAKARTA - Stok beras di dalam negeri saat ini sangat melimpah karena beberapa daerah secara bersamaan melakukan panen raya. Indonesia tidak perlu melakukan impor karena stok beras dalam negeri sangat banyak.

"Semua udah panen, semua udah kelebihan stok (beras), terus pertanyaannya impor untuk apa?" kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di sela-sela panen raya padi sawah seluas 4.000 hektare di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (6/11).

Mentan (Menteri Pertanian) menyampaikan saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah mempunyai stok pangan yang cukup. Dengan kondisi tersebut, Indonesia tak perlu impor beras. Dengan kondisi stok beras yang aman maka dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Meski stok beras melimpah, Mentan mengajak agar dalam membeli beras petani tidak dipersoalkan jika harganya lumayan mahal. "Dan kalau memang buatan dari Indonesia dari rakyat Indonesia mungkin agak lebih mahal dikit nggak apa-apa juga, itu kata Presiden. Membantu rakyatlah kira-kira begitu," ujar Mentan.

Dia menyampaikan saat ini lumbung beras di Indonesia juga bertambah dari sembilan provinsi kini menjadi 15 provinsi. Namun, dia tidak merinci ke-15 provinsi tersebut. Mentan juga menyebut bahwa Sulawesi Tenggara juga akan menjadi bagian dari lumbung pangan di kawasan Timur Indonesia.

Memiliki "Big Data"

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi, mengatakan di daerahnya secara umum dalam keadaan surplus beras. Namun, ia mengaku bahwa pihaknya belum berencana melakukan ekspor. "Tentunya ada rencana untuk ekspor ke negara yang kira-kira membutuhkan itu, tapi sementara bagaimana kita mengatasi kebutuhan nasional dulu, terutama dalam rangka mengendalikan inflasi," katanya.

Menanggapi surplus beras di dalam negeri, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, menegaskan apabila kondisi riil di lapangan surplus beras seperti yang dilaporkan Kementan maka pemerintah jangan impor. "Pemerintah harus berhenti berfikir jalan pintas memenuhi kebutuhan pangan melalui impor, sementara potensi pangan dalam negeri belum sepenuhnya di optimalkan," tegasnya.

Terjaganya stabilitas harga pangan juga akan berdampak pada daya beli masyarakat muaranya adalah perekonomian negara. "BPN harus memangkas mata rantai distribusi juga penting karena panjangnya mata rantai distribusi berdampak signifikan pada harga dimasyarakat," tukasnya.

Dewan Penasihat Institut Agroekologi Indonesia (Inagri), Ahmad Yakub, menambahkan sesuai mandat UU Pangan bahwa pemerintah mengutamakan produksi pangan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan. Dalam hal ketersediaan pangan untuk kebutuhan konsumsi dan cadangan pangan sudah tercukupi, kelebihan produksi pangan dalam negeri dapat digunakan untuk keperluan lain.

"Dalam konteks kini, sudah seharusnya kita memiliki big data pangan, neraca pangan. Semisal stok dan produksi beras, dengan teknologi dan kelembagaan Badan Pangan nasional sebenarnya dapat menentukan situasi beras kita secara nasional," kata Yakub.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Uni Eropa Buka Peluang Kana...
Luar Negeri
PBB Kecam Serangan Houthi y...
Luar Negeri
Survei PBB Ungkapkan Risiko...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.