Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cuma Bedah Rumah! Pemukiman Kumuh Harus Disulap Sampai ke Ekonomi Warga

📅 Senin, 14 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tak Cuma Bedah Rumah! Pemukiman Kumuh Harus Disulap Sampai ke Ekonomi Warga Doc: istimewa
Ket. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan penanganan kawasan permukiman kumuh harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah, tetapi juga mencakup penataan lingkungan, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga penguatan ekonomi masyarakat

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan penanganan kawasan permukiman kumuh harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah, tetapi juga mencakup penataan lingkungan, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Maruarar saat menjadi panelis dalam Diskusi Panel Kebijakan Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu pada Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta, Senin (14/9). Forum dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan diikuti oleh sejumlah kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam forum tersebut, Maruarar memaparkan pengalaman Kementerian PKP dalam menangani kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Menurutnya, penanganan di kawasan tersebut dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perbaikan rumah hingga penataan lingkungan.

"Di Menteng Tenggulun ada sekitar 150 rumah yang kita perbaiki. Tetapi bukan hanya rumahnya yang kita perbaiki, lingkungannya, jalannya, hingga pengelolaan sampahnya kita perbaiki," kata Maruarar.

Ia menilai keberhasilan penanganan kawasan kumuh tidak cukup diukur dari perubahan kondisi fisik bangunan. Peningkatan kualitas hidup masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, termasuk melalui penguatan ekonomi warga.

"Kita juga memperbaiki ekonominya. Kita mengajak ladies banker dan PNM untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di Menteng Tenggulun," ujarnya.

Maruarar mengatakan pendekatan terpadu tersebut perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan kawasan kumuh yang memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam sambutannya. Ia mengatakan penanganan kawasan kumuh membutuhkan perubahan paradigma, dari pembangunan infrastruktur yang berjalan secara terpisah menjadi penanganan yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi.

"Penanganan permukiman kumuh tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu pihak. Karena persoalan kawasan kumuh bukan hanya mengenai rumah, tetapi juga berkaitan dengan air minum, sanitasi, lingkungan, konektivitas, hingga aspek sosial dan ekonomi masyarakatnya," ujarnya.

Menurut Agus, penanganan kawasan kumuh harus dilakukan dalam satu ekosistem. Kawasan permukiman perlu didukung dengan infrastruktur dasar, konektivitas, fasilitas pelayanan masyarakat, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak dan berkelanjutan.

Sementara itu, Maruarar menegaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong penyediaan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sekaligus menangani rumah yang kondisinya tidak layak huni.

"Bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, pemerintah mendorong penyediaan hunian melalui berbagai skema, baik hunian tapak maupun vertikal secara subsidi. Sementara bagi yang memiliki rumah, namun rumahnya tidak layak huni, penanganan dilakukan melalui Program Bedah Rumah," sambung Maruarar.

Ia menambahkan, pelaksanaan program perumahan tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN, tetapi juga mengembangkan skema creative financing dengan melibatkan pihak swasta melalui berbagai program CSR. Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk mendukung penanganan kawasan kumuh secara terpadu, seperti yang telah dilakukan di Menteng Tenggulun dan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, penanganan kawasan kumuh diharapkan tidak hanya menghasilkan lingkungan hunian yang lebih tertata, tetapi juga menciptakan kawasan permukiman yang aman, sehat, resik, indah, layak, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.