BMKG Prakirakan Hujan Sangat Ringan Masih Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah Bagian Selatan
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 08:59 WIB | Oleh: Tim PenulisCILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berkategori sangat ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan akibat pengaruh faktor lokal, meskipun cuaca umumnya cenderung cerah hingga berawan.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jumat (24/7), mengatakan berdasarkan pantauan data curah hujan selama tiga hari terakhir, di Cilacap tercatat 0,2 milimeter, sedangkan di Banyumas hujan tidak terukur, keduanya masuk kategori sangat ringan.
“Hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah pada musim kemarau tersebut lebih dipengaruhi faktor lokal, terutama adanya peningkatan kelembapan udara di lapisan atas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah di Cilacap dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan ringan meskipun intensitasnya rendah dan terjadi secara tidak merata.
Ia mengatakan berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, cuaca di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, dalam beberapa hari ke depan diprakirakan cenderung cerah hingga berawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis, terutama pada masa kemarau yang masih memungkinkan munculnya hujan akibat faktor lokal,” katanya.
Teguh mengharapkan informasi prakiraan cuaca dapat menjadi acuan bagi masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan pengguna jasa transportasi, dalam merencanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman.
Informasi yang dihimpun, hujan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas pada Rabu (22/7) dan Kamis (23/7) meskipun sedang berada pada musim kemarau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah seorang warga Banyumas, Imam mengaku sempat kehujanan saat berada di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, pada Rabu (22/7).
Sementara warga lainnya, Dimas mengaku kehujanan di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas, saat dalam perjalanan dari Purbalingga menuju Purwokerto pada Kamis (23/7).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!