Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Mataram: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok melalui GPM

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKP Mataram: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok melalui GPM Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – ​Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok masyarakat melalui program gerakan pangan murah (GPM).

Kepala ​Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Sudirman, di Mataram, Minggu (13/9), mengatakan kegiatan GPM dimaksudkan untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok serta membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.

"Selain kegiatan rutin, kami juga mengintensifkan GPM Mandiri untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat kelurahan," katanya.

Menurut dia, ​GPM mandiri merupakan skema pasar murah yang dijalankan tanpa ketergantungan anggaran khusus dari APBD. Program itu terlaksana melalui kolaborasi dan sinergi lintas sektor, melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti, Perum Bulog, Dinas Perdagangan, DKP Provinsi, hingga jaringan distributor bahan pangan.

​"GPM mandiri ini sifatnya kolaborasi. Kami mengundang Bulog, distributor, dan instansi terkait ke satu titik lokasi padat penduduk menengah ke bawah," katanya.

Kegiatan itu digelar secara berkala, rata-rata dua minggu sekali sesuai dengan permintaan dari masyarakat dan lokasi pelaksanaan GPM mandiri bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan usulan kebutuhan di tingkat bawah.

"Kami berkoordinasi langsung dengan para lurah untuk menentukan titik pelaksanaan yang paling membutuhkan agar GPM bisa tepat sasaran," katanya.

Terkait dengan itu, guna memperluas jangkauan, DKP telah mengusulkan alokasi dana tambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026, sekitar Rp70 juta lebih untuk tambahan sedikitnya 8 kali kegiatan GPM hingga akhir tahun.

​"Pada anggaran murni, kami baru melaksanakan satu kali, tapi di APBD perubahan kami akan optimalkan dengan anggaran yang ada," katanya.

Sudirman menambahkan program GPM dirancang untuk memotong rantai distribusi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan berkualitas tinggi, aman, dan harga yang lebih terjangkau karena didukung langsung para distributor serta petani.

Selain itu, untuk mempermudah akses masyarakat kecil yang kerap kesulitan menjangkau pasar ritel modern atau pasar induk.

Dari hasil evaluasi kegiatan sebelumnya, kata Sudirman, antusias masyarakat setiap kegiatan GPM sangat tinggi sebab GPM memberikan dampak membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Apalagi, masyarakat tidak semua bisa datang langsung ke pasar besar. Ada warga yang hanya bisa membeli kebutuhan harian lewat pedagang keliling dengan selisih harga yang lumayan.

"Melalui GPM, kami mendekatkan pelayanan agar masyarakat mendapatkan pangan yang aman, terjangkau, dan berkualitas langsung dari sumbernya, dan harganya di bawah pasar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.