Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Lirik Hidrogen AS, Peluang Energi Bersih Mulai Dibuka

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Lirik Hidrogen AS, Peluang Energi Bersih Mulai Dibuka Doc: ANTARA/ HO-PLN.
Ket. Ilustrasi - Pengembangan hidrogen hijau.

JAKARTA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan terdapat peluang kerja sama pengembangan hidrogen dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat.

“Kita akan kerja sama juga dengan beberapa perusahaan dari Amerika,” ujar Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10).

Yuliot menyampaikan Amerika Serikat mengembangkan hidrogen sebagai salah satu alternatif sumber energi terbarukan. Ia pun menyoroti potensi hidrogen yang dimiliki oleh Indonesia.

Berdasarkan data PT PLN (Persero), Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, sebab hanya menggunakan 75 ton dari 200 ton yang diproduksi.

“Amerika kan mengembangkan hidrogen untuk sumber energi. Kita kan memiliki indikasinya, cadangan hidrogen kan cukup besar. Ini belum kita usahakan. Jadi, kita akan kerja sama,” ucap Yuliot.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat 93 proyek inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan nilai investasi mencapai Rp32 triliun.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan proyek tersebut sesuai dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghadirkan proyek yang masuk ke konsep dedieselisasi.

Selain itu, Eniya juga menyampaikan terdapat proyek di Pulau Rengit yang sudah bekerja sama dengan PLN untuk program dedieselisasi.

Proyek tersebut merupakan upaya pemerintah membuktikan konsep pemakaian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah terpencil dan menggunakan hidrogen sebagai penyimpanan energinya.

Eniya meyakini pemanfaatan hidrogen dapat meningkatkan ketahanan energi Indonesia, dari yang semula berada di posisi tahan dengan nilai 7 dari 10, bisa menjadi semakin tahan dengan nilai 8 dari 10.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pengembangan ekosistem hidrogen membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, industri, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.