Harga Energi dan Biaya Hidup Jadi Kekhawatiran Utama Asean
📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 19:10 WIB | Oleh: Ilham SudrajatSINGAPURA — Kenaikan harga energi dan biaya hidup menjadi kekhawatiran terbesar masyarakat Asia tenggara terkait transisi energi. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan peralihan menuju energi terbarukan dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, dilansir dari Xinhua.
Temuan tersebut berdasarkan Southeast Asia Climate Outlook Survey Report 2026 yang diluncurkan oleh ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura. Survei regional tersebut dirilis pada Kamis (1/10) lalu dan mencatat pandangan masyarakat mengenai isu energi dan iklim di kawasan.
Sebanyak 44,6 persen responden menyebut kenaikan harga energi dan biaya hidup sebagai kekhawatiran terbesar dalam proses transisi energi. Kekhawatiran tersebut menjadi isu utama yang diperhatikan masyarakat di kawasan Asia tenggara.
Kekhawatiran terbesar kedua adalah potensi kekurangan energi, sebanyak 26,1 persen responden menyebut isu tersebut sebagai salah satu perhatian utama. Dibandingkan hasil survei pada 2024, persentase responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga energi dan biaya hidup mengalami penurunan.
Angka tersebut turun dari 52,4 persen pada 2024 menjadi 44,6 persen pada 2026. Sebaliknya, kekhawatiran terhadap kekurangan energi meningkat, persentasenya naik dari 20,3 persen pada 2024 menjadi 26,1 persen pada 2026.
Laporan tersebut menyebut perubahan kekhawatiran masyarakat kemungkinan mencerminkan berbagai gangguan yang terjadi pada sektor energi. Gangguan tersebut juga berkaitan dengan guncangan energi dan peristiwa geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mempertimbangkan manfaat transisi energi, tetapi juga dampak ekonomi dan ketersediaan energi. Harga energi dan biaya hidup menjadi faktor penting yang diperhatikan dalam proses perubahan sistem energi.
Transisi energi sendiri menjadi bagian dari upaya kawasan untuk beralih menuju sumber energi terbarukan. Pengurangan penggunaan bahan bakar fosil juga menjadi bagian dari proses tersebut.
Survei 2026 melibatkan 3.706 responden dari 11 negara anggota Asean. Survei tersebut menjadi edisi pertama yang mencakup responden dari Timor-Leste sebagai anggota terbaru Asean. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!