Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengabdian Brigjen TNI Jonny: Di Balik Seragam Prajurit, Ada Dokter yang Berjuang Menyelamatkan Nyawa

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 05:31 WIB | Oleh:
Pengabdian Brigjen TNI Jonny: Di Balik Seragam Prajurit, Ada Dokter yang Berjuang Menyelamatkan Nyawa Doc: Istimewa
Ket. Brigjen TNI Jonny.

JAKARTA - Seragam militer bagi Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes., M.M., DCN, DABRM, FISN, bukan sekadar simbol pangkat dan jabatan. Di baliknya ada perjalanan panjang seorang dokter prajurit yang memilih mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan kepentingan bangsa.

Lahir di Garut, 13 April 1970, Brigjen TNI Jonny menjalani perjalanan yang mempertemukan tiga dunia sekaligus, militer, kedokteran, dan akademik. Sejak menempuh Sekolah Pertama Perwira Prajurit Karier ABRI Angkatan IV 1996/1997 di Akademi Militer Magelang, jalan pengabdiannya telah diarahkan untuk menjadi prajurit yang sekaligus melayani sesama.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Koran Jakarta, Sabtu (3/10), Brigjen Jonny bahkan tercatat sebagai lulusan dengan prestasi terbaik pada pendidikan tersebut. Setelah dilantik, pengabdiannya dimulai dari medan tugas sebagai dokter batalyon di lingkungan Kostrad. Tahun 1997 - 2001 ia bertugas di Yonif 515/9/2 Kostrad di Tanggul, Jember, kemudian melanjutkan pengabdian sebagai dokter Yonif 514/9/2 Kostrad di Bondowoso hingga 2003.

Pengalaman lapangan itu tidak berhenti pada ruang perawatan. Brigjen TNI Jonny pernah terlibat dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Papua pada 2000 dan pengamanan objek vital nasional di Papua pada 2002. Di sana, profesi dokter bertemu langsung dengan tugas seorang prajurit, hadir ketika negara membutuhkan.

Perjalanan akademiknya kemudian berkembang semakin luas. Setelah menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran, ia mendalami Ilmu Penyakit Dalam dan kemudian menjadi konsultan Ginjal Hipertensi. Ia juga meraih Magister Kesehatan dan Magister Manajemen.

Ketika banyak orang mungkin telah merasa cukup dengan satu bidang keilmuan, Brigjen TNI Jonny justru terus belajar. Ia meraih gelar doktor di bidang kedokteran dan hukum, serta melanjutkan pengembangan kompetensi melalui berbagai pendidikan dan sertifikasi internasional.

Namun, deretan gelar itu bukanlah inti dari perjalanan pengabdiannya. Justru yang lebih penting adalah bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi manusia.

Di RSPAD Gatot Soebroto, perjalanan itu terus berlanjut. Ia pernah menjadi dokter konsultan Ginjal Hipertensi, Kepala Sub SMF Ginjal Hipertensi, Kepala Departemen Penyakit Dalam, hingga Direktur Pengembangan dan Riset. Sejak 15 Agustus 2025, ia dipercaya menjabat Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.

Di lingkungan pendidikan pertahanan, Brigjen TNI Jonny juga pernah dipercaya sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan. Sejak 2024, ia aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia.

Baginya, dunia kedokteran tidak berhenti pada ruang praktik. Pengetahuan harus terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, penelitian menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.

Berbagai penelitian yang ditekuninya berkaitan dengan penyakit ginjal, dialisis, hipertensi, terapi sel, imunoterapi, hingga pengembangan pendekatan regeneratif. Berdasarkan CV yang tersedia, terdapat 52 publikasi ilmiah yang tercatat, serta 13 penelitian klinis atau ilmiah yang melibatkan dirinya.

Sejumlah karya ilmiahnya juga terbit dalam jurnal internasional, antara lain mengenai Acute Kidney Injury, terapi pengganti ginjal, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, terapi sel dendritik, penyakit ginjal diabetik, hingga hemoadsorption yang dikombinasikan dengan hemodialisis.

Di balik bahasa ilmiah yang sering terdengar rumit, sesungguhnya ada persoalan manusia yang sangat sederhana, bagaimana seseorang yang sedang sakit dapat memiliki kesempatan untuk sembuh, hidup lebih lama, dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

Semangat itulah yang membuat perjalanan seorang dokter prajurit menjadi berbeda. Di satu sisi ia memikul tanggung jawab sebagai perwira TNI AD. Di sisi lain, ia berhadapan setiap hari dengan pasien yang datang membawa rasa sakit, kecemasan, dan harapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.