Inggris Buka Peluang Kembali Bergabung dengan UE
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiLONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham membuka kemungkinan Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa (UE), Rabu (30/9), sehingga kembali memunculkan perdebatan mengenai Brexit yang selama ini menjadi isu sensitif dalam politik Inggris. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut wacana tersebut dengan mengatakan, Welcome back atau "Selamat datang kembali".
Dilansir dari AFP, Burnham mengatakan pemerintahan Partai Buruh dapat mempertimbangkan berbagai pilihan untuk hubungan jangka panjang dengan UE, termasuk bergabung dengan pasar tunggal Eropa dan serikat pabean, atau bahkan melangkah lebih jauh dengan mengusulkan keanggotaan penuh.
"Kita harus melihat apa yang dapat dilakukan, dan apa saja pro dan kontra dari setiap opsi," kata Burnham kepada BBC.
Dalam konferensi tahunan Partai Buruh di Manchester, Burnham mengatakan keluarnya Inggris dari UE pada 2020 telah menimbulkan "lebih banyak kerugian daripada keuntungan". Menurut dia, Brexit telah menyebabkan satu dekade pertumbuhan rendah dan Inggris perlu menentukan hubungan jangka panjang dengan mitra dagang terbesarnya.
Burnham berencana menguraikan berbagai opsi menjelang pertemuan puncak Inggris-UE yang direncanakan berlangsung akhir tahun ini. Pertemuan tersebut sebelumnya tertunda setelah Burnham menggantikan Keir Starmer sebagai PM.
Macron mengatakan kemungkinan Inggris kembali mendekati UE merupakan kabar baik bagi Inggris maupun Eropa. PM Spanyol Pedro Sanchez juga menyatakan negaranya akan menyambut Inggris jika mengajukan permohonan untuk bergabung kembali.
Sementara itu, juru bicara Komisi Eropa Balazs Ujvari mengatakan keputusan mengenai arah hubungan tersebut berada di tangan London. "Kami tetap terbuka untuk berdiskusi tentang opsi yang mungkin diajukan," katanya.
Referendum Kembali
Inggris meninggalkan UE setelah referendum 2016 menghasilkan 52 persen suara untuk keluar dan 48 persen untuk tetap menjadi anggota. Inggris secara resmi keluar dari blok tersebut pada 2020.
Survei Survation pada Juni menunjukkan 55 persen pemilih akan memilih untuk bergabung kembali jika referendum digelar kembali. Namun, manifesto Partai Buruh yang memenangkan pemilu 2024 masih menolak opsi kembali ke serikat pabean, pasar tunggal, serta pemulihan kebebasan bergerak dengan UE.
Burnham mengatakan kepada ITV bahwa jika opini publik mengarah pada dukungan untuk kembali bergabung dengan UE, opsi referendum baru dapat dipertimbangkan dalam manifesto Partai Buruh berikutnya. Pemilu Inggris berikutnya diperkirakan berlangsung pada 2029.
Wacana tersebut langsung mendapat kritik dari kelompok yang menentang UE. Richard Tice, wakil pemimpin Reform UK, menuduh Burnham berupaya membawa Inggris kembali ke Brussels melalui "pintu belakang".
Anand Menon, Direktur UK in a Changing Europe, menilai pernyataan Burnham sejauh ini baru menunjukkan keinginan untuk membuka pembicaraan mengenai hubungan Inggris dengan Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!