Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Kalteng Instruksikan Pembangunan SMAN 1 Cempaga usai Peristiwa Kebakaran

1 Sabtu, 03 Okt 2026, 20:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Kalteng Instruksikan Pembangunan SMAN 1 Cempaga usai Peristiwa Kebakaran Gubernur Kalteng Instruksikan Pembangunan SMAN 1 Cempaga usai Peristiwa Kebakaran Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau bangunan SMAN 1 Cempaga yang terbakar, Sabtu sore (3/10/2026).

KOTAWARINGIN TIMUR – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menginstruksikan jajarannya segera menyusun perencanaan untuk dilakukan pembangunan kembali Gedung SMAN 1 Cempaga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pascaterbakar.

"Segera kami akan bangun," tegas Agustiar di sela-sela peninjauan bangunan SMAN 1 yang telah terbakar, Sabtu sore (03/10).

Instruksi tersebut Gubernur berikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Juni Gultom.

Gubernur mengatakan pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar, pihaknya upayakan agar dapat dilaksanakan dalam tahun 2026. Adapun dalam peninjauan tersebut gubernur juga bertemu langsung dengan para guru dari SMAN 1 Cempaga.

Kepala SMAN 1 Cempaga, M. Toyep, mengatakan pihaknya bersyukur karena Gubernur Agustiar datang langsung dan meninjau kondisi bangunan sekolah yang terbakar.

"Alhamdulillah telah ada kunjungan dari Bapak Gubernur dan beliau memastikan, menjanjikan akan dibangun tahun ini juga," ujarnya.

Sementara itu, diketahui kebakaran menghanguskan sebagian besar bangunan SMAN 1 Cempaga pada Minggu (27/9) dini hari.

Polres Kotim mengungkap dugaan sumber api yang menyebabkan kebakaran di SMAN 1 Cempaga adalah akibat korsleting listrik.

“Untuk penyebab kebakaran di SMAN 1 Cempaga ini adalah dari korsleting listrik pada kulkas yang berada di ruang wakil kepala sekolah,” kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso.

Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut kemudian meluas dan menghanguskan sejumlah bangunan di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan awal, terdapat lima ruangan yang terdampak langsung oleh kobaran api.

Bangunan yang terbakar terdiri atas tiga ruang kelas, satu ruang wakil kepala sekolah dan satu ruang guru. Tidak hanya bangunan, berbagai fasilitas serta aset milik pemerintah yang berada di dalam ruangan juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan.

Besarnya dampak kebakaran membuat nilai kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan. Kepolisian memperkirakan kerugian sementara mencapai sekitar Rp1,5 miliar, khususnya terhadap aset pemerintah yang terdampak dalam kejadian tersebut.

“Kerugiannya adalah Rp1,5 miliar untuk kerugian yang merupakan aset pemerintah, aset negara ini,” terang Sugiharso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Cleveland Cavaliers Libas M...

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemendag Dorong Mahasiswa J...
Luar Negeri
AS Pilih Pakistan untuk Men...
Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.