Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memacu Pengentasan Kawasan Kumuh di 17 Kabupaten dan Kota di  Sumsel

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memacu Pengentasan Kawasan Kumuh di 17 Kabupaten dan Kota di  Sumsel Doc: Antara
Ket. Penataan kawasan permukiman di wilayah Sumatera Selatan.

Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus memacu pengentasan kawasan kumuh di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Untuk memacu pengentasan kawasan kumuh itu digalakkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan meningkatkan fasilitas di kawasan permukiman penduduk," kata Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra di Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan, pihaknya terus memacu pengentasan kawasan kumuh melalui berbagai program berbasis permukiman.

“Tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga meningkatkan fasilitas pendukung di kawasan permukiman yang dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, dalam menjalankan berbagai program yang dapat mendukung pengentasan kawasan kumuh, pihaknya didukung pihak perusahaan swasta dan pemerintah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Kami mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk bantuan melalui program CSR dalam mendorong perbaikan lingkungan tempat tinggal masyarakat," jelasnya.

Berdasarkan data, dalam setahun terakhir pihaknya telah membantu perbaikan sekitar 5.000 unit lebih rumah tidak layak huni milik masyarakat dari keluarga miskin.

Realisasi tersebut menjadi capaian penting di tengah tantangan besar sektor permukiman dalam provinsi ini.

Berdasarkan pendataan Disperkim Sumsel terdapat 148.609 rumah yang masih berkategori tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan ataupun pembangunan ulang.

Selain itu, provinsi ini juga menghadapi permasalahan kawasan kumuh seluas sekitar 6.000 hektare.

Kemudian 'Backlog' kepemilikan rumah tercatat mencapai 348.051 unit, sementara backlog rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 495.204 unit.

"Melihat kondisi itu, upaya perbaikan RTLH dalam mengentaskan kawasan kumuh, dan mencapai keberhasilan program nasional pembangunan tiga juta rumah, diharapkan partisipasi semua pihak yang lebih besar," harap Sekda Edward.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.