Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Diprediksi Mendatar, Pasar Cermati Pidato Kenegaraan Presiden
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (14/8) pagi dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.
Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways (mendatar) di tengah pelaku pasar mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
"Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tentunya mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, serta dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan bahwa Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terdiri dari delapan klaster, diantaranya kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, pelaku pasar akan mencermati target pertumbuhan, defisit, asumsi kurs Rupiah, strategi pembiayaan, serta program pemerintah yang dapat mendorong konsumsi dan investasi.
Dari mancanegara, data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 berada di level 3,4 persen year on year (yoy), sementara core CPI turun menjadi 2,5 persen (yoy).
Sementara, indeks Producer Price Index (PPI) AS stagnan pada Juli 2026 dari deflasi sebesar 0,1 persen month to month (mtm) pada Juni 2026 dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang sebesar 0,2 persen (mtm).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara tahunan, indeks PPI AS sebesar 4,7 persen (yoy) pada Juli 2026, yang merupakan level terendah sejak bulan Maret, atau turun dari 5,5 persen (yoy) pada Juni 2026.
Data inflasi produsen yang cenderung moderat, memicu para pelaku pasar untuk menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS The Fed.
Sementara itu, harga minyak mentah melemah sekitar 2 persen pada Kamis (13/8), setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa ekspor melalui Selat Hormuz lebih tinggi dibandingkan perkiraan, yang memberikan sentimen positif.
Bursa saham Eropa bergerak variatif pada Kamis (13/08), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,20 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,56 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,12 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menurun 0,28 persen.
Sementara bursa Wall Street AS menguat pada Kamis (13/08), diantaranya indeks S&P 500 menguat 0,65 persen ke level 7.799,19, indeks Nasdaq Composite menguat 1,15 persen ke 30.084,50, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,13 persen ke 53.839,99.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,95 persen ke 68.956,00, indeks Shanghai menguat 0,45 persen ke 3.964,4, indeks Kospi menguat 4,08 persen ke 6.847,41, indeks Hang Seng melemah 0,27 persen ke 25.370,81, dan indeks Straits Times melemah 0,55 persen ke 5,689,26.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!