Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target PLTS 100 GWp Makin Dekat, Regulasi Percepatan Mulai Digodok

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Target PLTS 100 GWp Makin Dekat, Regulasi Percepatan Mulai Digodok Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Ilustrasi-Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

JAKARTA – Percepatan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pengembangan PLTS diharapkan tidak hanya menambah kapasitas listrik berbasis energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber energi yang berkelanjutan.

Pemerintah menyampaikan progres penyusunan regulasi terkait percepatan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) masih dalam pembahasan di antara kementerian dan lembaga (K/L).

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan aturannya nanti akan tertuang dalam bentuk peraturan presiden (perpres). Pemerintah tengah mempercepat harmonisasi regulasi ini agar payung hukum pengembangan energi bersih bisa segera diundangkan dalam waktu dekat.

"Perpresnya masih dalam pembahasan antar K/L. Ya segera lah (terbit), karena ini kan mulai proses juga semuanya," kata Elen usai menghadiri BIG Strategic Forum 2026, di Jakarta, Selasa (8/9).

Menurutnya, regulasi itu penting agar pengembangan serta operasionalisasi jaringan PLTS bisa berjalan secara terarah dan teroptimalisasi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah mengejar pengembangan PLTS 100 GWp guna mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia.

Elen menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai keunggulan sumber daya alam berupa intensitas sinar matahari yang sangat memadai.

Potensi besar itu menjadi modal pemerintah untuk dikonversikan menjadi energi listrik guna mendukung kebutuhan nasional.

"Kita punya sumber daya alam matahari yang relatif lebih baik. Sehingga kita bisa konversikan dengan energi listrik. Itu juga kita memberikan fasilitas untuk mendukungan itu," katanya pula.

Mengenai porsi alokasi kapasitas dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) maupun isu alokasi khusus industri hingga 57 GW, Elen menegaskan hal itu akan menyesuaikan dinamika pasar.

"Enggak, itu sesuai perkembangannya saja nanti. Tapi target 100 GWp itu adalah target maksimum yang akan kita capai," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat merampungkan PLTS 100 GWp dalam tiga untuk memastikan kemandirian energi Indonesia.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main dan target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Presiden Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.