Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Deklarasikan Asosiasi Kecerdasan Buatan Dunia

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 15:35 WIB | Oleh:
Tiongkok Deklarasikan Asosiasi Kecerdasan Buatan Dunia Doc: ANTARA
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang aman, bertanggung jawab, dan tetap berada di bawah kendali manusia. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya persaingan teknologi global, khususnya antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

JAKARTA - Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang aman, bertanggung jawab, dan tetap berada di bawah kendali manusia. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya persaingan teknologi global, khususnya antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Xi saat membuka World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, Jumat (17/7). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization, sebuah organisasi kerja sama AI yang beranggotakan 29 negara dengan kantor pusat di Shanghai.

Xi menilai dunia saat ini sedang memasuki fase percepatan inovasi teknologi AI yang membawa peluang besar bagi kemajuan peradaban. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam aspek tata kelola, keamanan, hingga etika penggunaan teknologi.

"AI merupakan aset tak ternilai yang merangkum kearifan kolektif umat manusia," kata Xi dalam pidatonya.

Ini menjadi kali pertama Xi Jinping menghadiri langsung konferensi AI tahunan yang telah diselenggarakan China sejak 2018. Dalam pidatonya, ia mengajak komunitas internasional untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Xi menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari hubungan manusia dengan mesin yang mampu berpikir, keamanan penggunaan algoritma dalam proses pengambilan keputusan, hingga tantangan etika yang muncul akibat pemanfaatan AI. Menurutnya, seluruh persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari negara-negara di dunia.

"Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan pertimbangan serius dan jawaban dari seluruh komunitas internasional," ujarnya.

Selain mengumumkan pembentukan organisasi baru, China juga berkomitmen menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan dan seminar AI bagi negara-negara berkembang dalam kurun lima tahun mendatang. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap teknologi AI sekaligus memperkecil kesenjangan kemampuan digital antarnegara.

Dalam pidatonya, Xi menyampaikan empat prinsip utama yang dinilai penting untuk mendukung perkembangan AI global. Prinsip pertama adalah memperkuat keterbukaan, inovasi, dan kerja sama yang saling menguntungkan antarnegara dalam pengembangan teknologi.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang muncul dari penggunaan AI. Menurutnya, pengembangan teknologi harus dibarengi dengan regulasi yang jelas, sistem peringatan dini terhadap risiko teknologi, serta mekanisme tanggap darurat agar pemanfaatan AI tetap aman dan terkendali.

"AI seharusnya menjadi alat yang dapat dipercaya bagi umat manusia," tegas Xi.

Prinsip berikutnya adalah memperkuat inklusivitas melalui pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antarperadaban. Sementara pada poin terakhir, Xi mengajak seluruh negara mempererat solidaritas internasional serta meningkatkan tata kelola global dalam pengembangan teknologi AI.

Xi juga menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus selalu berada di bawah kendali manusia. Ia mengingatkan agar isu keamanan nasional tidak dijadikan alasan untuk menghambat kerja sama internasional maupun mengorbankan kepentingan negara lain dalam pengembangan teknologi.

"Pengembangan AI seharusnya bukan pertunjukan solo oleh satu negara, melainkan simfoni kerja sama internasional," pungkas Xi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...

22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.