Dorong Pengurangan Emisi, ESGIN Gandeng 23 Pabrik Tapioka Lampung
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA-PT. ESGIN Global Partners (ESGIN) mempercepat pengembangan proyek karbon dan investasi hijau berbasis sektor pertanian, agroindustri, dan peternakan di Provinsi Lampung.
Inisiatif itu dikukuhkan melalui ESIGN Business Gathering 2026 bertajuk “Transforming Agriculture & Agro-Industry in Lampung into Green Investment & Carbon Opportunities” yang digelar di Novotel Lampung, Rabu (3/9).
Salah satu agenda utama adalah penandatanganan kemitraan proyek methane removal pengolahan limbah cair antara ESGIN dengan 23 pabrik tepung tapioka di Lampung yang tergabung dalam Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia / PPTTI. Ini merupakan tindak lanjut MoU yang ditandatangani Agustus 2026 lalu.
Pipeline Awal Potensi Potong Emisi 500.000 Ton CO₂e
CEO PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, mengatakan Lampung memiliki basis pertanian dan agroindustri yang kuat untuk dikembangkan menjadi ekosistem proyek iklim.
“Lampung memiliki potensi besar dari sektor pertanian, peternakan, dan agroindustri. ESGIN ingin menghubungkan potensi tersebut dengan teknologi rendah karbon, green investment, dan carbon markets sehingga pengurangan emisi tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi industri, petani, dan daerah,” ujar Brandon.
Industri tapioka dinilai punya peluang besar untuk proyek karbon. Pasalnya air limbah dengan kandungan bahan organik tinggi dapat menghasilkan gas metana / CH₄ dalam proses pengolahan anaerobik.
Melalui penerapan teknologi methane capture, destruction, dan utilization, emisi metana bisa dikurangi dan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.
ESGIN juga akan mengintegrasikannya dengan Digital Monitoring, Reporting and Verification / Digital MRV, carbon accounting, serta akses pembiayaan hijau dan pasar karbon.
Berdasarkan identifikasi awal, pipeline 23 pabrik anggota PPTTI tersebut diperkirakan memiliki potensi pengurangan emisi secara akumulatif sekitar 500.000 ton CO₂e. Angka ini masih estimasi awal. Volume pengurangan emisi terverifikasi dan kredit karbon yang diterbitkan akan ditentukan setelah studi kelayakan, penetapan baseline, validasi, dan verifikasi.
Kotoran Sapi & Jerami Padi Diubah Jadi Biochar 30.000 Ton
Dalam kesempatan yang sama, ESGIN juga menandatangani MoA dengan PT Juang Jaya Abdi Alam, perusahaan peternakan sapi besar di Lampung.
Kolaborasi ini fokus mengolah limbah kotoran sapi menjadi biochar dengan dicampur biomassa jerami padi. Dengan populasi sekitar 20.000 ekor sapi, proyek ini menargetkan kapasitas produksi biochar hingga 30.000 ton per tahun.
Biochar akan dimanfaatkan sebagai pembenah tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Proyek ini juga akan dikaji potensinya sebagai carbon removal project.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!