Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Edukasi pada Masyarakat Tentang Pentingnya Terumbu Karang

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Edukasi pada Masyarakat Tentang Pentingnya Terumbu Karang Doc: Antara
Ket. Suasana kegiatan "Ngopi Mantap" atau ngobrol pintar masyarakat aman dan tangguh bencana yang digelar PMI Papua di Kota Jayapura, Selasa (16/6/2026)

Jayapura - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya terumbu karang dalam mengurangi risiko bencana, seperti abrasi dan gelombang pasang, melalui kegiatan "Ngopi Mantap" atau ngobrol pintar masyarakat aman dan tangguh bencana.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menegaskan bahwa menyelamatkan nyawa manusia tidak bisa dipisahkan dari upaya kita menyelamatkan alam tempat manusia itu hidup," kata Ketua PMI Papua Zekeus Degei di Jayapura, Selasa.

Dengan mengusung tema "Benteng Biru Pesisir Papua: Transplantasi Terumbu Karang sebagai Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Ekosistem", pihaknya ingin masyarakat di daerah ini memahami bahwa mitigasi bencana tidak selalu harus berupa pembangunan dinding beton yang kaku di tepi pantai.

"Namun dengan adanya terumbu karang yang sehat juga merupakan benteng alami yang mampu meredam energi ombak hingga lebih dari 90 persen sebelum menyentuh bibir pantai," ujarnya.

Dengan melakukan transplantasi terumbu karang, lanjut dia, artinya sedang membangun benteng perlindungan hidup bagi anak cucu pada masa depan.

"Melalui aksi nyata ini kami juga ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia, bahwa kami berkomitmen penuh dalam mendukung agenda global khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 14 tentang Pembangunan Ekosistem Laut," katanya.

Dia menambahkan merawat terumbu karang bukan sekadar urusan estetika bawah laut, tetapi juga tentang menjaga rumah bagi ikan yang menjadi sumber pangan dan mata pencaharian nelayan.

"Ini adalah tentang menjaga keseimbangan oksigen bumi dan ketika PMI turun ke laut untuk menanam karang, kami sedang menjalankan misi kemanusiaan yang komprehensif guna melindungi jiwa dari bencana, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir Papua," ujarnya.

Pihaknya mengajak semua masyarakat di daerah ini untuk tetap menjaga dan merawat media transplantasi terumbu karang maupun tanaman darat.

Sekadar untuk diketahui kegiatan "Ngopi Mantap" tersebut dirangkaikan dengan simulasi pengikatan bibit karang pada substrat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Jaringan Pizza Hut akan Dij...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.