Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Abu Vulkanik
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:00 WIB | Oleh: Ilham SudrajatIa juga menegaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan penanganan.
Terkait potensi kelangkaan masker di pasaran, Farhan mengaku akan melakukan pengecekan terhadap ketersediaan masker, khususnya di toko modern dan fasilitas penjualan alat kesehatan.
Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun lonjakan harga.
“Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Farhan mengatakan Pemkot Bandung masih mempertimbangkan skema pembagian masker gratis dengan melihat kondisi stok di pasaran.
Menurut dia, pembelian masker dalam jumlah besar oleh pemerintah justru berpotensi menyebabkan harga di pasaran meningkat apabila tidak dilakukan dengan perhitungan yang tepat.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah Kota Bandung belum diberlakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sebaiknya Anda baca juga:
Siswa masih diperbolehkan mengikuti pembelajaran secara langsung dengan menerapkan langkah perlindungan, salah satunya menggunakan masker.
Wali Kota Farhan juga memastikan perkembangan kondisi abu vulkanik dan penerbangan akan terus dipantau secara berkala. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, penerbangan dari Bandung masih belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Sony Bachtiar, mengatakan penyemprotan diprioritaskan di jalan-jalan protokol yang ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan.
“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan RE Martadinata,” kata Sony.
Menurut Sony, penyemprotan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga bagian lingkungan yang berpotensi menyimpan abu vulkanik, seperti trotoar, dedaunan, dan pepohonan.
“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!