Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaji ASN Masuk BPD, Ekonomi Daerah Didorong Makin Bergairah

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaji ASN Masuk BPD, Ekonomi Daerah Didorong Makin Bergairah Doc: ANTARA/ HO-Humas Pemkot Palu
Ket. Sejumlah ASN menggunakan moda transportasi umum Bus Trans Palu saat berangkat kerja di Palu, Sulteng.

DENPASAR – Pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi bagian penting dalam memperkuat peran bank daerah sekaligus memastikan penyaluran hak pegawai berjalan aman dan tepat waktu.

Skema payroll ASN juga dinilai dapat membuka ruang bagi BPD untuk memperluas layanan keuangan dan mendorong peningkatan transaksi ekonomi di daerah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyebutkan pembayaran gaji (payroll) aparatur sipil negara (ASN) daerah yang disalurkan melalui bank pembangunan daerah (BPD) menjadi salah satu sumber dana murah untuk pembiayaan sektor riil.

"Payroll ASN yang ada di BPD saat ini merupakan sumber dana murah yang mendukung likuiditas BPD," kata Kepala OJK Bali Parjiman di Denpasar, Bali, Selasa (8/9).

Menurut dia, isu pemindahan gaji ASN melalui BPD ke bank BUMN perlu mempertimbangkan sejumlah aspek karena memengaruhi kinerja bank daerah terutama ketika transmisi melalui likuiditas.

Di sisi lain, ia juga mendorong agar bank pembangunan daerah untuk terus memperbaiki kinerja terutama pelayanan dan infrastruktur lebih baik, sehingga dapat menghimpun dana dari sumber lain selain ASN.

Harapannya, lanjut dia, likuiditas berasal dari beragam sumber, selain dari dana (gaji) ASN pemerintah daerah yang didistribusikan melalui bank pembangunan daerah.

Sebelumnya, Presiden Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia Alex Sandra di sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada Kamis (3/9/2026) yang dipantau melalui kanal Youtube @TVRParlemen menyebutkan adanya kebijakan pemindahan penyaluran gaji petugas penyuluh pertanian lapangan dan guru dari bank pembangunan daerah ke bank-bank, yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ia menyebutkan risiko yang bisa terjadi yaitu hilangnya penempatan dana dari kas daerah dan potensi menurunnya likuiditas serta meningkatkan kredit macet karena kredit ASN di BPD diperkirakan mencapai 40-70 persen.

"Alih alih untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah kebijakan itu justru berpotensi melemahkan industri perbankan daerah," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah pusat tidak memiliki kebijakan maupun rencana untuk memindahkan penyaluran gaji (payroll) ASN daerah dari bank pembangunan daerah ke bank-bank Himbara.

Purbaya mengatakan pemerintah pusat hingga saat ini tidak merencanakan perubahan mekanisme transfer maupun penyaluran dana kepada pemerintah daerah.

"Nggak ada. Itu bukan dari kita, kita tidak ada kebijakan seperti itu. Kita seperti biasa saja," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9/2026).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Rupiah Rawan Tertekan - 29 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.