Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WMO Sebut Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:38 WIB | Oleh:
WMO Sebut Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara    Doc: Magnific

JENEWA — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan kebakaran hutan dan gelombang panas mengancam kualitas udara global. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap kesehatan manusia dan kelestarian ekosistem.

Dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya, WMO menyoroti hubungan erat perubahan iklim dengan polusi udara. Badan PBB tersebut menyerukan kebijakan terkoordinasi untuk menangani kedua persoalan secara bersamaan.

WMO mencatat peristiwa ekstrem akibat asap kebakaran hutan meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an. Sebuah studi memperkirakan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100 ribu kematian tambahan setiap tahun.

Perkiraan tersebut mencakup periode 2010 hingga 2018. WMO menilai jumlah kematian akibat kebakaran hutan kemungkinan masih diremehkan.

Model risiko konvensional dinilai dapat meremehkan angka kematian akibat kebakaran hingga 93 persen. Kondisi itu terjadi karena toksisitas partikel halus PM2.5 belum diperhitungkan secara memadai.

WMO memperingatkan pemenuhan pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin sulit. Cuaca ekstrem pemicu kebakaran diperkirakan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Selain kebakaran hutan, gelombang panas turut memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu tinggi, udara stagnan, dan sinar matahari intens dapat meningkatkan pembentukan ozon.

WMO memperkirakan risiko kesehatan akibat paparan ozon akan semakin meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan.

WMO menyerukan peningkatan pemantauan terhadap berbagai polutan di atmosfer untuk menghadapi ancaman tersebut. Pemantauan perlu mencakup karbon hitam dan mikroplastik yang berada di atmosfer.

WMO menekankan perubahan iklim dan polusi udara harus ditangani melalui kebijakan yang terkoordinasi. Langkah tersebut penting untuk melindungi kesehatan manusia dan ekosistem di tengah meningkatnya cuaca ekstrem. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.