Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikdasmen Dorong Masyarakat Kritis Hadapi Era Kecerdasan Artifisial

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Mendikdasmen Dorong Masyarakat Kritis Hadapi Era Kecerdasan Artifisial Doc: Humas Kemendikdasmen

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong masyarakat memperkuat kemampuan literasi di tengah perkembangan kecerdasan artifisial. Menurut dia, kemampuan membaca informasi harus diikuti kecakapan menilai dan menggunakan informasi secara bijak.

Mu’ti mengatakan, perkembangan teknologi membuat tantangan literasi semakin kompleks. Masyarakat tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi perlu menelaah, mempertanyakan, dan memverifikasinya.

“Literasi hari ini adalah kemampuan membaca dunia dan memahami realitas sosial, lingkungan, serta ekonomi. Masyarakat juga perlu menggunakan pengetahuan untuk menjadikan dunia lebih baik,” ujar Mu’ti dalam Webinar Peringatan Hari Aksara Internasional “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejatera”, di Jakarta, Selasa (8/9).

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan perubahan teknologi turut mengubah makna literasi. Karena itu, kemampuan literasi masyarakat perlu terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

“Dulu kita berjuang agar setiap orang bisa membaca dan menulis. Hari ini tantangannya lebih luas lagi, termasuk memahami informasi dan menggunakan kecerdasan artifisial secara bijak,” kata Tatang.

Tatang mengatakan, masyarakat juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Hal tersebut menjadi bagian penting dari literasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Mari jadikan September 2026 sebagai momentum, dari membaca menjadi memahami, dari memahami menjadi peduli. Dari peduli menjadi bergerak, dan dari gerakan itulah lahir kesejahteraan,” kata Tatang.

Tatang menilai konsep “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera” harus menjadi gerakan bersama. Gerakan tersebut diharapkan membentuk sumber daya manusia Indonesia yang lebih berdaya menghadapi dinamika zaman.

“Literasi untuk Semesta, Sesama, dan Sejahtera, bukan sekadar tema. Ini adalah gerakan kita, tanggung jawab kita, dan ikhtiar kita,” ujar Tatang. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.