Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Kasus ISPA di Lampung Selatan Melonjak Usai Erupsi Anak Krakatau

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Dinkes: Kasus ISPA di Lampung Selatan Melonjak Usai Erupsi Anak Krakatau Doc: Freepik

LAMPUNG SELATAN — Dinas Kesehatan Lampung Selatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam dua hari terakhir, kasus ISPA meningkat dari rata-rata 25 menjadi 337 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan sebaran abu vulkanik mulai berkurang signifikan. Hujan abu juga disebut sudah tidak terjadi, meski sisa debu masih menempel di pepohonan dan atap bangunan.

“Intensitas sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini mulai berkurang. Bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi hujan abu,” ujar Devi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).

Menurut Devi, debu yang tersisa merupakan endapan dari erupsi sebelumnya. Debu tersebut masih berpotensi beterbangan kembali ketika tertiup angin.

Selain ISPA, Dinkes Lampung Selatan mencatat 20 kasus gangguan mata dan 16 kasus iritasi kulit. Keluhan kesehatan paling banyak ditemukan di Kecamatan Rajabasa yang menjadi salah satu wilayah terdampak parah.

Devi memastikan seluruh kasus masih tergolong ringan dan dapat ditangani melalui rawat jalan di puskesmas. Hingga kini belum terdapat pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

“Seluruh kasus bersifat ringan dan ditangani lewat rawat jalan di puskesmas. Belum ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit,” kata dia.

Pemkab Lampung Selatan juga menyiapkan posko penanganan bencana dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Posko kabupaten dipusatkan di BPBD, sedangkan Posko Utama Kesehatan berada di Desa Cantik.

Posko kesehatan tersebut disiapkan untuk mempercepat pelayanan bagi warga di wilayah pesisir yang terdampak. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, Dinkes Lampung Selatan telah membagikan hampir 127 ribu masker. Pemerintah daerah masih memiliki sekitar 705 ribu masker sebagai stok dan telah mengajukan tambahan pengadaan.

Dinkes mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga juga diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.