Bangun SDM Masa Depan, Cek 5 Pelajaran Penting HR dari Jobstreet by SEEK!
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 14:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – Jobstreet by SEEK menyoroti pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Sejumlah strategi tersebut dibahas bersama praktisi HR Dina Sitopu dalam episode perdana Power Talks Season 2.
Dina yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di perusahaan multinasional membagikan sejumlah perspektif mengenai kepemimpinan dan pengelolaan SDM. Dari pembahasan tersebut, terdapat lima pelajaran yang dinilai relevan bagi profesional HR dan pemimpin bisnis dalam membangun kapabilitas jangka panjang.
1. HR harus memahami bahasa bisnis
Menurut Dina, HR tidak cukup hanya menguasai persoalan yang berkaitan dengan karyawan. Profesional HR juga perlu memahami arah bisnis, target perusahaan, serta kebutuhan berbagai fungsi seperti pemasaran, produktivitas, keselamatan, kualitas, hingga rantai pasok.
Keterlibatan HR juga perlu dilakukan sejak awal dalam pembahasan strategis perusahaan. Dengan begitu, HR dapat memahami persoalan secara menyeluruh dan membantu memastikan strategi bisnis dapat diterapkan melalui pengelolaan SDM yang tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Coaching perlu menjadi bagian dari budaya perusahaan
Dina menilai coaching tidak akan memberikan dampak maksimal jika hanya dijalankan sebagai program sesaat. Praktik tersebut perlu menjadi bagian dari ekosistem perusahaan dan diterapkan oleh setiap people manager dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Perusahaan dapat memperkuat kemampuan coaching melalui pelatihan, sertifikasi, komunitas, kelompok kecil, hingga jaringan mentor. “Coaching bukanlah memberi tahu orang lain, melainkan memicu sudut pandang yang berbeda,” ujar Dina.
Sebaiknya Anda baca juga:
3. Keputusan HR harus memadukan data dan sisi kemanusiaan
Pengambilan keputusan di bidang SDM perlu berangkat dari data dan fakta yang tersedia. Namun, menurut Dina, angka saja belum cukup karena HR juga harus mendengarkan pemangku kepentingan serta memahami kekhawatiran dan ekspektasi mereka.
Pertimbangan kemanusiaan juga tidak boleh diabaikan ketika keputusan telah dibuat. Perpaduan antara kemampuan analitis, pendengaran aktif, dan kepekaan terhadap manusia dinilai dapat membantu HR mengelola dampak keputusan secara lebih bertanggung jawab.
4. Psychological safety perlu dibangun di tempat kerja
Lingkungan kerja yang sehat bukan berarti perusahaan harus terbebas dari tekanan maupun konflik. Hal yang lebih penting adalah menciptakan ruang yang memungkinkan karyawan menyampaikan pendapat dan kekhawatiran tanpa merasa takut.
Menurut Dina, pemimpin perlu membangun hubungan yang dekat tetapi tetap profesional. Pemimpin juga harus mudah ditemui, mampu memberikan umpan balik, menjaga standar, serta mengambil keputusan secara konsisten tanpa memberikan perlakuan khusus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!