Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington Doc: telegraphindia
Ket. Kanada memutuskan membalas kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) setelah perundingan perdagangan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pemerintahnya akan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS sebagai respons atas bea masuk hingga 50 persen yang diberlakukan Presiden Donald Trump

JAKARTA - Kanada memutuskan membalas kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) setelah perundingan perdagangan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pemerintahnya akan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS sebagai respons atas bea masuk hingga 50 persen yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap barang-barang Kanada.

Tarif balasan Kanada akan mulai berlaku pada 8 September dan menyasar berbagai produk asal AS, termasuk baja, elektronik, peralatan rumah tangga, produk pertanian, pulp dan kertas, serta sejumlah barang lainnya. Kebijakan tersebut menjadi tanda semakin panasnya hubungan perdagangan antara dua negara yang selama ini merupakan sekutu dekat sekaligus mitra dagang utama.

Keputusan tersebut diambil setelah Kanada dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan perdagangan yang berlangsung selama tiga hari. Negosiasi yang intensif tersebut berakhir pada Jumat malam tanpa kesepakatan, dengan kedua pihak saling menyalahkan atas kebuntuan yang terjadi.

Tarif baru yang diberlakukan pemerintahan Trump berdampak pada sejumlah sektor Kanada, mulai dari anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, alat pancing hingga peralatan hoki. Kebijakan tersebut mencakup sekitar US$20 miliar ekspor Kanada ke AS dan tidak memberikan pengecualian bagi produk-produk Kanada yang sebelumnya mendapat perlindungan melalui kesepakatan perdagangan tiga negara.

Carney menegaskan Kanada tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan tarif AS. Ia mengatakan pemerintah Kanada akan menerapkan tarif balasan dengan nilai yang setara terhadap produk-produk AS demi melindungi kepentingan masyarakat dan dunia usaha di negaranya.

“Kanada akan menyamai tarif baru Washington dolar demi dolar untuk melindungi pekerja, petani, keluarga, dan bisnis Kanada,” kata Carney dalam konferensi pers di Ottawa.

Ketika ditanya apakah kondisi tersebut dapat disebut sebagai perang dagang, Carney memberikan jawaban tegas. “Anda sedang berperang ketika diserang. Kami diserang,” ujarnya.

Kanada menjadi salah satu dari sedikit negara yang memilih membalas kebijakan tarif pemerintahan Trump. Di sisi lain, ketergantungan ekonomi Kanada terhadap pasar AS cukup besar karena hampir 70 persen ekspor negara tersebut dikirim ke Amerika Serikat.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menilai kegagalan negosiasi merupakan kesempatan yang terlewatkan bagi Kanada untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia juga mengatakan pemerintah AS tidak memiliki rencana untuk menggelar pembicaraan baru dengan Kanada dalam waktu dekat.

“Kami terus maju dengan langkah-langkah yang menanggapi pembalasan Kanada,” kata Greer kepada Fox News. Menurutnya, Kanada masih memiliki kesempatan memperoleh kesepakatan yang lebih baik, tetapi pemerintah negara tersebut memilih tidak mengambilnya.

Carney mengatakan Kanada akan mengumumkan sejumlah kebijakan dukungan bagi sektor industri yang terdampak tarif AS pada pekan depan. Bantuan tersebut bahkan dapat diberikan selama beberapa tahun apabila dampak perang dagang terhadap perekonomian Kanada berlangsung dalam waktu panjang.

Tarif terbaru AS sendiri mencakup sekitar 5 persen dari keseluruhan ekspor Kanada ke AS. Meski porsinya relatif terbatas, para ahli perdagangan memperingatkan kebijakan tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap industri tertentu, termasuk sektor kayu lunak dan anggur, serta dapat memicu kehilangan pekerjaan dan penutupan usaha.

Kamar Dagang Kanada menyatakan dunia usaha akan berupaya menghadapi dampak kebijakan tersebut sekaligus mencari peluang baru di tengah situasi perdagangan yang semakin tidak menentu. CEO Kamar Dagang Kanada Candace Laing mengatakan jaringan bisnis akan dimobilisasi di berbagai wilayah dan sektor untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat tarif.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford juga mendukung keputusan Carney untuk membalas kebijakan AS. Ford menilai kesepakatan yang ditawarkan Washington tidak akan memberikan keuntungan bagi Ontario, terutama bagi sektor otomotif, baja, dan manufaktur yang menjadi bagian penting dari perekonomian provinsi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bum...
Megapolitan
Kekeringan Ancam Sawah Selu...

PVMBG: Gunung Semeru Erupsi Lagi

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG: Gunung Semeru Erupsi...

The Fed Naikkan Suku Bunga

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
The Fed Naikkan Suku Bunga
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.