Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Defisit USD 4,76 Miliar Jadi Sorotan, Indonesia dan Australia Mulai Reviu IA-CEPA

📅 Senin, 07 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Defisit USD 4,76 Miliar Jadi Sorotan, Indonesia dan Australia Mulai Reviu IA-CEPA Doc: istimewa
Ket. Indonesia dan Australia resmi memulai tahapan awal reviu umum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Proses ditandai dengan saling bertukarnya Stage One Report atau Laporan Nasional masing-masing negara di Canberra, Australia, pada 27 Agustus 2026

JAKARTA– Indonesia dan Australia resmi memulai tahapan awal reviu umum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Proses ditandai dengan saling bertukarnya Stage One Report atau Laporan Nasional masing-masing negara di Canberra, Australia, pada 27 Agustus 2026.

Stage One Report menjadi dasar evaluasi pelaksanaan IA-CEPA selama lima tahun pertama. Dari laporan tersebut, kedua negara akan mengidentifikasi area kerja sama yang bisa diperkuat ke depan.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI, Johni Martha, yang menyerahkan laporan RI kepada First Assistant Secretary Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Ravi Kewalram, menegaskan defisit perdagangan menjadi salah satu perhatian utama Indonesia dalam tinjauan kali ini.

Data Januari–Juli 2026 menunjukkan total perdagangan kedua negara sebesar USD 8,92 miliar. Ekspor Indonesia ke Australia tercatat USD 2,1 miliar, sementara impor dari Australia mencapai USD 6,8 miliar. Akibatnya, Indonesia mengalami defisit USD 4,76 miliar.

"Indonesia ingin IA-CEPA memberikan manfaat yang semakin besar bagi kedua negara. Kerja sama selanjutnya perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan perdagangan, tetapi juga investasi, jasa, dan keterhubungan dalam rantai pasok global," ujar Johni.

Untuk mengejar keseimbangan, Johni mendorong pengembangan IA-CEPA selanjutnya menggunakan pendekatan powerhouse. Pendekatan ini bertujuan memperkuat keterkaitan ekonomi kedua negara, mulai dari perdagangan barang dan jasa, investasi, hingga keterlibatan dalam rantai pasok global.

Menanggapi sorotan defisit, Ravi menekankan pentingnya melihat hubungan perdagangan secara lebih luas. Menurutnya, penilaian tidak hanya dari neraca perdagangan, tetapi juga dari keterkaitan nilai pasok dan manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi kedua negara.

Selain isu defisit, Indonesia juga mengangkat isu-isu baru dalam Stage One Report yang dinilai strategis, antara lain ekonomi digital, mineral kritis, lingkungan, dan ketahanan pangan.

Tahapan selanjutnya, kedua negara akan menyusun Stage Two Report atau Joint Report. Laporan gabungan ini akan membahas hasil evaluasi masing-masing untuk melihat kesamaan dan peluang kerja sama baru dalam memodernisasi IA-CEPA.

Perdagangan RI-Australia

Pada 2025, Australia merupakan mitra dagang tujuan ekspor ke-17 dan asal impor ke-6 bagi Indonesia. Total perdagangan mencapai USD 13,09 miliar, dengan ekspor RI USD 3,73 miliar dan impor USD 9,36 miliar. Pertumbuhan perdagangan 5 tahun terakhir 2021–2025 tercatat 2,16 persen.

Komoditas ekspor utama RI ke Australia: mesin dan peralatan listrik, mesin mekanik, bahan kimia anorganik, produk besi baja, dan alas kaki.  

Komoditas impor utama dari Australia: gandum, bahan bakar mineral, bijih logam, perhiasan dan permata, serta binatang hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Paus Leo XIV Muncul Lagi Pa...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.