Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Pet Food Makin Gemuk, Produsen Lokal Didorong Jangan Cuman Jago Kandang

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Pet Food Makin Gemuk, Produsen Lokal Didorong Jangan Cuman Jago Kandang Doc: Istimewa.
Ket. Iustrasi-Proses produksi pakan hewan peliharaan atau pet food.

JAKARTA – Industri pakan hewan peliharaan dalam negeri mulai mendapat ruang lebih besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan nutrisi dan kesehatan hewan kesayangan.

Tak hanya memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh, kehadiran produk lokal juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan inovasi berbasis bahan baku dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak produsen pakan hewan peliharaan (pet food) untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing agar dapat mengoptimalisasi pasar domestik dan menembus pasar ekspor.

Mendag menekankan pentingnya memastikan produk pakan hewan peliharaan dalam negeri menjadi pilihan utama di tengah berbagai pilihan produk pakan impor. Ia berharap lebih banyak pakan hewan peliharaan yang diproduksi produsen lokal yang berkualitas.

"Pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan sangat besar dan kami dorong produsen lokal untuk memasuki pasar ini dengan lebih optimal. Kementerian Perdagangan mendorong industri ini agar terus berkembang sehingga ekonomi kita juga tumbuh," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut Budi, besarnya pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan telah menunjukkan adanya peluang yang penting untuk dimanfaatkan.

Untuk itu, pelaku usaha lokal perlu memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan kualitas, dan menghadirkan produk yang mampu bersaing dengan produk impor, sekaligus menembus pasar ekspor.

Ia juga mengatakan upaya peningkatan daya saing dapat berkontribusi dalam membuka peluang ekspor. Peluang ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia pun semakin terbuka dengan adanya berbagai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Salah satunya perjanjian dagang melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang diagendakan untuk ditandatangani tahun ini.

"Indonesia sudah memiliki banyak perjanjian dagang dengan berbagai negara, termasuk dengan Uni Eropa yang akan ditandatangani tahun ini. Dengan perjanjian dagang tersebut, peluang pasar bagi produk Indonesia semakin terbuka," jelasnya.

Kinerja ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 31,98 persen pada periode 2021-2025.

Pada tahun 2025, nilai ekspor segmen ini mencapai 8,66 juta dolar AS di mana negara tujuan utama adalah India dengan pangsa 53,60 persen; diikuti Malaysia sebesar 18,50 persen; Jepang 8,96 persen; Filipina 7,88 persen dan Hong Kong 4,77 persen.

Sementara itu pada periode Januari-Juni 2026, ekspor pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat sebesar 3,43 juta dolar AS.

Di pasar global, Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan penetrasi produk pakan hewan peliharaan. Indonesia berada pada peringkat ke-59 sebagai pemasok sektor ini dengan pangsa pasar 0,03 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Nasional
Badan Geologi: Aktivitas An...
Advertisement
Maskapai Garuda Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan hingga Senin Siang karena Erupsi Anak Krakatau

Maskapai Garuda Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan hingga Senin Siang karena Erupsi Anak Krakatau

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.