Syarat Dagang Trump Dinilai Tak Adil, Kanada Pilih Hentikan Perundingan
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
Jakarta - Kanada mulai memberlakukan tarif balasan terhadap produk-produk Amerika Serikat (AS) senilai miliaran dolar pada Selasa, seiring memanasnya perang dagang antara kedua negara tetangga di Amerika Utara tersebut.
Tarif sebesar 15 persen, 25 persen, dan 50 persen dikenakan terhadap impor dari AS senilai 27,6 miliar dolar Kanada atau sekitar 20 miliar dolar AS. Produk yang terdampak antara lain baja, aluminium, serta produk susu seperti keju. Namun, Kanada mengeluarkan sejumlah produk makanan laut dari daftar awal.
Kebijakan Ottawa tersebut diberlakukan beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 50 persen terhadap produk Kanada dengan nilai serupa. Washington menilai kebijakan Kanada memberikan "perlakuan diskriminatif" terhadap industri alkohol, otomotif, dan susu AS.
Tarif AS sebelumnya mencakup sejumlah produk seperti tongkat hoki dan semen, yang berdampak terhadap sekitar 5,5 persen ekspor Kanada ke AS.
Ketegangan kembali meningkat setelah Trump pada Senin mengancam menghentikan penjualan pesawat Bombardier Aviation di AS jika produsen pesawat asal Quebec tersebut tidak memindahkan produksinya ke Amerika Serikat.
"Tak ada lagi penjualan Bombardier di Amerika Serikat!" tulis Trump dengan huruf kapital di platform Truth Social, meski tidak menjelaskan bagaimana larangan tersebut akan diberlakukan.
Saat ini, ribuan pesawat Bombardier digunakan dalam armada penerbangan domestik sejumlah maskapai AS.
Dalam pernyataan pada Senin, Bombardier menegaskan kontribusinya terhadap perekonomian AS melalui penciptaan "puluhan ribu lapangan kerja" dan tenaga kerja langsung di lebih dari 20 negara bagian, termasuk Kansas, Texas, Arizona, dan California.
Perusahaan tersebut juga menyebut mengeluarkan lebih dari 2,5 miliar dolar AS setiap tahun untuk pemasok serta memiliki rantai pasok yang melibatkan sekitar 2.800 perusahaan Amerika di 47 negara bagian.
"Bombardier menghargai kemitraannya yang kuat dengan perusahaan-perusahaan Amerika dan para karyawannya di AS," kata perusahaan tersebut.
Para analis menilai tarif AS memberikan risiko negatif yang relatif moderat terhadap perekonomian Kanada secara keseluruhan. Namun, dampaknya lebih terasa di sektor manufaktur Kanada Tengah.
Negosiasi perdagangan kedua negara terhenti pada 21 Agustus setelah serangkaian pertemuan di Washington. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pihaknya memutuskan menangguhkan perundingan karena persyaratan yang diajukan pemerintahan Trump tidak dapat diterima.
Carney juga mengatakan negosiator AS pada tahap akhir perundingan memasukkan pembatasan terhadap kesepakatan perdagangan Kanada dengan negara lain.
Selain itu, ia menilai sejumlah "ancaman" terkait perlindungan bahasa Prancis dan budaya Quebec tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut merujuk pada Quebec, provinsi berbahasa Prancis di Kanada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!