Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Terus Bergantung ke Energi Fosil, Manufaktur RI Tumbuh Melambat

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sedangkan dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 2,67 persen, dengan pertumbuhan 5,06 persen (yoy) dan kontribusi terhadap PDB 53,32 persen.

Selanjutnya, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menyumbang 2,06 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan pertumbuhan 6,87 persen (yoy) dan kontribusi terhadap PDB 29,36 persen.

Konsumsi pemerintah menyumbang 1,07 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan pertumbuhan 15,97 persen (yoy) dan kontribusi terhadap PDB 7,57 persen.

Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tercatat tumbuh 6,93 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB 1,35 persen.

Adapun ekspor tumbuh 4,13 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 23,13 persen. Sementara impor meningkat 8,82 persen (yoy). Mengingat impor menjadi faktor pengurang dalam penghitungan PDB, net ekspor tercatat memberikan andil negatif sebesar 0,78 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tekanan Global

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan tekanan global untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan juga membuat ketergantungan pada batubara semakin berkurang dalam jangka panjang.

“Penurunan produksi ini kemudian berimbas pada sektor pendukung seperti logistik dan transportasi batubara, serta menyebabkan serapan tenaga kerja di daerah pertambangan ikut menurun,”ungkap Esther.

Sementara itu di sektor pengilangan migas, Esther melihat kontraksi dipicu oleh penurunan alamiah produksi minyak nasional dari lapangan-lapangan tua yang belum diimbangi dengan penemuan cadangan baru dalam skala besar. Selain itu, masalah teknis pada fasilitas produksi atau kilang menyebabkan utilitas dan volume olah kilang secara keseluruhan ikut menurun.

Fluktuasi harga minyak dunia dan pelemahan permintaan global juga turut menekan margin keuntungan perusahaan pengilangan.

Untuk mengatasi kontraksi di kedua sektor tersebut, Esther menekankan pentingnya strategi hilirisasi menjadi produk bernilai tambah, optimalisasi teknologi produksi energi bersih, dan diversifikasi portofolio bisnis menuju transisi energi berkelanjutan.

“Tanpa strategi hilirisasi dan transisi, kontraksi di dua sektor padat modal ini akan terus menekan pertumbuhan manufaktur nasional secara keseluruhan,” pungkas Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Cukup Foto Selfie, AI Baru ...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.