Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Extended Concourse Bundaran HI Jadi Simpul Baru Transportasi dan Ekonomi Jakarta

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Extended Concourse Bundaran HI Jadi Simpul Baru Transportasi dan Ekonomi Jakarta Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Proyek extended concourse di bawah kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur penyeberangan bagi masyarakat. Ruang bawah tanah seluas 4.439 meter persegi tersebut dirancang sebagai simpul baru transportasi sekaligus ruang yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di pusat Jakarta.

JAKARTA - Proyek extended concourse di bawah kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur penyeberangan bagi masyarakat. Ruang bawah tanah seluas 4.439 meter persegi tersebut dirancang sebagai simpul baru transportasi sekaligus ruang yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di pusat Jakarta.

Proyek senilai Rp148,2 miliar itu dikerjakan PT MRT Jakarta melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). Pembangunan ditargetkan rampung pada Juni 2027 atau bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Jakarta.

Hingga Agustus 2026, progres pembangunan extended concourse telah mencapai sekitar 24 persen. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai proyek tersebut memiliki posisi strategis karena berada di salah satu kawasan paling sibuk sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi di Jakarta.

“Diharapkan rampung saat HUT Jakarta ke-500,” kata Yuke beberapa waktu lalu.

Namun, penyelesaian proyek tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. PT ITJ juga perlu memastikan ruang bawah tanah tersebut mampu mengintegrasikan pergerakan masyarakat, transportasi publik, serta aktivitas ekonomi yang berada di sekitar kawasan Bundaran HI.

Direktur Utama PT ITJ Ferdiansyah Roestam mengatakan pembangunan extended concourse menjadi pengalaman pertama bagi perseroan dalam mengerjakan ruang bawah tanah. Ia berharap keberhasilan proyek tersebut dapat membuka peluang pembangunan fasilitas serupa di lokasi lain.

“Kalau berhasil, mudah-mudahan diikuti proyek serupa,” ujar Roestam, Senin (24/8/2026).

Extended concourse akan memiliki dua akses utama yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di sekitar Bundaran HI. Salah satu akses terhubung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt Hotel, sedangkan akses lainnya mengarah ke Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.

Konektivitas tersebut membuat ruang bawah tanah ini berpotensi menjadi jalur pergerakan baru yang menghubungkan pusat perbelanjaan, hotel, kawasan perkantoran, dan jaringan transportasi publik. Masyarakat nantinya dapat berpindah antarkawasan tanpa harus sepenuhnya mengandalkan jalur pejalan kaki di permukaan jalan.

Ruang tersebut juga akan terhubung dengan halte TransJakarta Bundaran HI melalui fasilitas lift. Dengan koneksi itu, pengguna TransJakarta dapat mengakses extended concourse dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun MRT Jakarta dengan lebih mudah.

“Pengguna transportasi publik bisa berpindah dengan lebih mudah,” jelas Roestam.

Di balik konsep konektivitas tersebut, pembangunan extended concourse memiliki tantangan teknis yang cukup kompleks. PT ITJ harus memperhitungkan kondisi bawah tanah kawasan Bundaran HI, termasuk posisi fondasi bangunan, jaringan kabel, serta berbagai utilitas yang telah berada di bawah permukaan.

Seluruh jaringan tersebut perlu dipetakan dan dipastikan keamanannya selama proses konstruksi berlangsung. Hal ini menjadi penting karena ruang multifungsi tersebut dibangun sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan.

Setelah beroperasi, extended concourse diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur perpindahan pengguna transportasi. Ruang tersebut juga dapat menjadi ruang temu baru bagi masyarakat sekaligus bagian dari pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Bundaran HI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.