Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Duga Praktik Korupsi Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Banyak Kampus

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh:
KPK Duga Praktik Korupsi Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Banyak Kampus Doc: RRI/Chairul Umam

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru juga terjadi di sejumlah perguruan tinggi. Tidak hanya di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, yang rektornya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Demikian disampaikan juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (1/9) di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. “Memang ada dugaan bahwa praktik-praktik pengkondisian pada proses penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus itu jamak terjadi,” kata dia.

Budi mengatakan perkara di Unsoed menjadi kasus kedua yang ditangani KPK terkait dugaan korupsi pada penerimaan mahasiswa baru. Sebelumnya KPK pernah menangani perkara serupa di Universitas Lampung (Unila) pada 2022.

Menurut Budi, setelah menangani perkara di Unila, KPK menerbitkan surat edaran sebagai langkah pencegahan kepada pimpinan perguruan tinggi negeri. “KPK menerbitkan surat edaran untuk perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi keagamaan negeri, serta politeknik negeri,” ujar dia.

KPK mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami praktik korupsi di lingkungan perguruan tinggi negeri. Budi mengatakan laporan masyarakat akan ditelaah dan dianalisis sebelum KPK menentukan langkah selanjutnya.

“Tentu semuanya nanti akan ditelaah, dianalisis dan nanti ada tindak lanjutnya,” ujar dia. Bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh KPK nantinya tergantung dari permasalahan yang disampaikan masyarakat.

Budi juga meminta pihak kampus menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius. Menurut dia, kasus korupsi Unsoed dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola dan membangun ekosistem kampus yang berintegritas.

Budi menegaskan upaya perbaikan tidak cukup berhenti pada komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui pembenahan sistem. “Tentunya dengan langkah-langkah yang nyata, betul-betul upaya-upaya perbaikan sistem itu dilakukan,” ujar dia.

KPK telah menetapkan enam tersangka kasus pemerasan dan gratifikasi dalam penerimaan calon mahasiswa baru Unsoed jalur seleksi mandiri. Mereka di antaranya Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, dan Wakil Rektor III Unsoed, Norman Arie Prayoga.

Satu pejabat lainnya yang meenjadi tersangka adalah Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto. Sedangkan tiga tersangka lain berasal dari pihak swasta yakni Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Menkeu: Pemerintah Bidik Pe...

Ayam Ras Sumber Inflasi NTB dan Jakarta

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ayam Ras Sumber Inflasi NTB...
Ekonomi
Upaya atasi krisis air pers...

Kebakaran di kawasan pendakian Semeru

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kebakaran di kawasan pendak...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.