Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi Gasibu Dimulai, ITB Ingatkan Pentingnya Perencanaan

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revitalisasi Gasibu Dimulai, ITB Ingatkan Pentingnya Perencanaan Doc: Antara
Ket. Rencana penataan halaman Gedung Sate yang disatukan dengan Lapangan Gasibu yang akan disatukan dengan Halaman Gedung Sate Bandung.

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup total Kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, mulai 1 September 2026 hingga awal 2027 untuk melakukan penataan menyeluruh dan revitalisasi berbagai fasilitas, termasuk lintasan joging.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar di Bandung, Selasa, mengatakan penutupan dilakukan untuk mempercepat pengerjaan infrastruktur agar kawasan tersebut lebih tertata, aman, nyaman, dan fungsional.

"Selama proses penataan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam area Kawasan Gasibu demi keamanan dan kelancaran pekerjaan," ujar Adi.

Menurut dia, revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan lintasan joging, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kualitas sarana pendukung aktivitas masyarakat.

Pemprov Jabar mengimbau warga yang biasa menggunakan Gasibu untuk berolahraga maupun beraktivitas pada akhir pekan agar sementara beralih ke ruang publik alternatif di Kota Bandung. Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi pemerintah daerah terkait perkembangan proyek dan jadwal pembukaan kembali kawasan tersebut.

Setelah revitalisasi rampung pada awal 2027, Kawasan Gasibu akan kembali dibuka untuk publik dengan fasilitas yang ditargetkan lebih modern, aman, nyaman, dan terpadu.

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Al Rasyid Lubis mengingatkan Pemprov Jabar agar penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu tidak dilakukan tanpa perencanaan kawasan yang matang.

Harun menyoroti rencana revitalisasi senilai Rp15 miliar yang diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai plaza ruang publik terintegrasi. Menurut dia, penataan kawasan bersejarah harus mengacu pada pedoman desain kawasan yang komprehensif dan tidak dilakukan secara sporadis.

"Jangan nanti kita buat kayak di (Teras) Cihampelas kan gitu misalnya, menambahkan sesuatu. Ada enggak dulu (perencanaannya)? Kalau enggak ada ya direncanain, juga jangan cuman titik itu dong," ujar Harun.

Ia menilai Bandung memiliki banyak aset sejarah yang saling berkaitan, mulai dari gedung publik hingga kawasan perkeretaapian. Karena itu, penataan seharusnya dilakukan secara makro agar identitas sejarah Kota Bandung tetap terjaga sekaligus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Daerah
Embung Sebayar Jadi Sumber ...
Megapolitan
Al Azhar Galang Donasi untu...

Edukasi bahaya mikroplastik

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Edukasi bahaya mikroplastik
Luar Negeri
Bento Beku Makin Populer di...
Luar Negeri
Sengit dengan Tarif AS, Kan...
Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.