Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Perluas Akses Modal Pedagang Pasar Induk Kramat Jati hingga Rp500 Juta

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Perluas Akses Modal Pedagang Pasar Induk Kramat Jati hingga Rp500 Juta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perluasan akses pembiayaan formal bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya untuk membantu pedagang mengembangkan usaha.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong perluasan akses pembiayaan formal bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya untuk membantu pedagang mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan dukungan tersebut saat menyaksikan akad massal program pembiayaan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (1/9). Menurutnya, akses permodalan menjadi kebutuhan penting mengingat besarnya jumlah pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan pasar tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang konkret dalam rangka mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan. Pasar Induk ini memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha, sehingga kebutuhan pembiayaan juga pasti besar," kata Rano.

Hingga saat ini, sebanyak 167 pedagang Pasar Induk Kramat Jati telah mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan total plafon sekitar Rp48 miliar. Melalui akad massal yang digelar kali ini, program tersebut diperluas kepada 100 pedagang tambahan.

Pembiayaan yang ditawarkan terdiri atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan non-KUR. Plafon pembiayaan dapat mencapai Rp500 juta dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kapasitas masing-masing usaha pedagang.

Rano menilai pemberian akses modal perlu diikuti dengan peningkatan literasi keuangan bagi para pedagang. Menurutnya, kemampuan mengelola pinjaman dan keuangan usaha menjadi faktor penting agar pembiayaan yang diterima dapat digunakan secara produktif.

"Kadang-kadang kita pintar meminjam, tetapi membayarnya suka lupa. Itulah makanya harus ada literasi. Kita memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Rano.

Ia juga mendorong pihak perbankan dan pedagang untuk saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Dengan manajemen yang lebih baik, pembiayaan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan modal, tetapi juga mendorong usaha berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Pemprov DKI Jakarta turut mendorong digitalisasi di pasar-pasar tradisional untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan pengelolaan usaha. Digitalisasi dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung ketahanan ekonomi daerah.

Rano berharap badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta terus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Kolaborasi antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian Jakarta.

"Saya juga berharap BUMD Jakarta terus melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat beserta pelaku usaha. Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya harus terus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi Jakarta, meningkatkan daya saing kota serta mendukung akselerasi pembangunan menuju lima abad Jakarta," terang Rano.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan pembiayaan kepada pedagang pasar di seluruh Jakarta terus diperluas. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan tersebut mencapai sekitar Rp326 miliar yang diberikan kepada 2.388 debitur.

Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit sebelum akad massal telah mencapai sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Penambahan 100 penerima pembiayaan melalui akad massal diharapkan semakin memperluas akses modal bagi pedagang.

Agus menegaskan keberhasilan program pembiayaan tidak hanya diukur berdasarkan besarnya kredit yang berhasil disalurkan. Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah dampak pembiayaan terhadap perkembangan usaha dan kesejahteraan pedagang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Pintar Bareng GoPay, Bekali...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.