Darurat Karhutla Mulai Lahirkan Darurat Penyakit Pernapasan di Banjarmasin
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 07:50 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANJARMASIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melahirkan darurat penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Betapa tidak, sedikitnya di Banjarmasin 38.000 orang menderita ISPA. Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkatkan kewaspadaan karena kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah di Banjarmasin, Senin menyampaikan, peningkatan kewaspadaan ini disebabkan kabut asap mulai tebal menyelimuti kota ini dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dengan udara yang kurang sehat ini, ungkap dia, kasus ISPA yang diderita masyarakat mulai melonjak, yakni hingga minggu ke-34 atau pertengahan Agustus 2026, tercatat sebanyak 38.407 kasus. "Mobilitas tinggi di luar ruangan tanpa penggunaan masker menjadi salah satu pemicu utamanya," kata Yanuar.
Diungkapkan dia, dalam satu minggu masyarakat yang harus memeriksakan kesehatannya ke puskesmas hingga rumah sakit akibat gejala ISPA mencapai 1.875 orang. "Itu minggu ke-34 tadi, pada minggu sebelumnya, yakni ke-33 itu sebanyak 1.603 kasus," paparnya.
Menurut Yanuar, masyarakat yang banyak mengalami penyakit ISPA saat kemarau di mana udara banyak debu ditambah asap karhutla ini, tertinggi dari kelompok orang dewasa, kemudian balita, lansia dan remaja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau dewasa ini disebabkan mobilitas kerja lah. Orang dewasa lebih banyak bekerja di lapangan sehingga apabila kondisi kabut asap ini, mereka tidak menggunakan prosedur memakai masker, itu akan berdampak pada risiko terjadinya kasus ISPA pada mereka," ujarnya.
Guna meminimalisir dampak karhutla bagi kesehatan tersebut, pemerintah kota melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lintas sektor diantaranya melakukan pembagian masker secara masif di jalan kepada masyarakat.
Dinkes Banjarmasin, ungkap Yanuar, juga mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini kepada seluruh puskesmas serta terus memberikan edukasi mengenai pencegahan dan risiko ISPA kepada para pelajar dan masyarakat luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!