Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026 Doc: ANTARA/ Andika kangen.
Ket. Produk baja siap ekspor hasil pengolahan di kawasan Industri PT IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

JAKARTA – Kinerja industri pengolahan yang kembali berada di fase ekspansi menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi seiring membaiknya permintaan, baik dari pasar domestik maupun eksternal.

Hal ini mengindikasikan bahwa sektor manufaktur mulai menemukan momentum pemulihan, ditopang oleh stabilitas pasokan bahan baku serta penyesuaian strategi produksi oleh pelaku industri.

Meski demikian, ekspansi tersebut masih perlu dicermati secara hati-hati karena berpotensi dipengaruhi faktor musiman dan belum sepenuhnya mencerminkan penguatan struktural.

Tantangan seperti biaya energi, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika permintaan global tetap menjadi variabel kunci yang dapat menentukan keberlanjutan pertumbuhan sektor ini ke depan.

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan pada triwulan I (TW-1) 2026 meningkat dan berada pada fase ekspansi (indeks lebih dari 50 persen), tecermin dari Prompt Manufacturing Index​ (PMI) BI yang lebih tinggi.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4), mengatakan bahwa angka PMI-BI triwulan I tahun 2026 tercatat sebesar 52,03 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 51,86 persen.

Berdasarkan komponen pembentuknya, PMI-BI triwulan I 2026 didorong oleh volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan yang tercatat berada pada fase ekspansi masing-masing sebesar 54,43 persen, 54,07 persen, dan 53,20 persen.

Berdasarkan sublapangan usaha (sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman (57,27 persen), selanjutnya industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (55,83 persen), serta industri makanan dan minuman (55,33 persen).

Adapun pada triwulan II 2026, ia mengatakan kinerja LU industri pengolahan diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi dan meningkat menjadi 52,26 persen.

Ekspansi itu, menurut dia, terutama didorong oleh volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan.

Mayoritas sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri furnitur, lalu industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
01 Sep 2026, 13:17 WIB.

Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, lonjakan ekspansi signifikan pada subsektor industri kertas, kulit, serta makanan dan minuman yang dicatat oleh Bank Indonesia ini dengan jelas menunjukkan bahwa strategi penyesuaian produksi para pelaku bisnis mulai membuahkan hasil operasional yang patut dioptimalkan menjelang triwulan kedua.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.